Kabar Internasional

Pengakuan Pria China Selingkuh dengan Alien dan Punya Anak

Tim detikInet - detikJabar
Jumat, 15 Jul 2022 07:34 WIB
Alien di Bukit Buddha
Ilustrasi alien. (Foto: CNN Travel)
Beijing -

Publik China sempat dibuat geger. Pada 7 Juni 1994, seorang pria asal Wuchang, Provinsi Heilongjiang bernama Meng Zhaoguo membuat pengakuan mengejutkan.

Dikutip dari detikInet, Jumat (15/7/2022), Zhaoguo yang saat itu sedang bekerja di tempat penebangan kayu tiba-tiba melihat cahaya dan kilatan dari Gunung Phoenix.

Seketika tim di sana menyelidiki apa yang terjadi, mereka mengira itu adalah helikopter jatuh.


Namun, Zhaoguo yang sendirian mendadak jatuh pingsan karena dia dipukul kepalanya oleh entitas atau kekuatan yang tidak ia kenali. Sadar-sadar dari pingsannya, pria itu mengaku melihat wanita bertubuh besar.

"Tingginya 10 kaki (sekitar 3,03 meter) dan memiliki enam jari, tetapi selain itu dia tampak sepenuhnya seperti manusia," kata Zhaoguo dikutip detikInet dari Thats Mag,

Menurut salah satu versi cerita, Zhaoguo diangkut kembali ke rumah. Anehnya, dia mengaku melakukan aktivitas seks selama 40 menit dengan alien. Dikisahkan, ia bercinta sambil melayang di atas istri dan putrinya yang sedang tidur.

"Saya memberi tahu istri saya tentang hal itu (pengalamannya bercinta dengan alien -- red) setelah itu. Dia tidak terlalu marah," akunya.

Luka misterius kemudian didapatkan Zhaogou usai bercinta dengan alien itu. Luka misterius itu ada di pahanya yang bahkan tidak bisa diketahui penyebabnya oleh dokter sekalipun.

Keanehan tidak berhenti di situ, karena sebulan usai Zhaoguo mengklaim telah naik ke pesawat luar angkasa. Saat berada di dalam pesawat, dia meminta untuk melihat kekasih aliennya sekali lagi, tetapi tawaran itu ditolak.

Ketika berada di pesawat luar angkasa, Zhaoguo diberi tahu bahwa putra hybrid manusia-aliennya akan lahir di planet yang jauh dalam 60 tahun.

Pengakuan Zhaoguo ini tentu belum bisa dibuktikan kebenarannya. Akan tetapi, saat itu pengakuan dia banyak diliput media di China dan negara lain.

Sebagian besar bukan karena percaya, tapi karena keanehan kisah itu. Salah satunya media kenamaan Amerika Serikat, Huffington Post.

(ors/ors)