Geger Dua Pria Banten Ngaku Titisan Nabi Khidir-Dewa Matahari

Tim detikNews - detikJabar
Kamis, 14 Jul 2022 07:30 WIB
Logo MUI
Logo MUI (Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto)
Banten -

Dua orang pria di Banten membuat pengakuan yang mengejutkan. Ada yang mengaku sebagai titisan Nabi Khidir, dan satu lainnya mengaku dewa matahari. Bagaimana kisahnya ?

Warga Kota Serang, Banten mengaku sebagai titisan Nabi Khidir. Pria yang bernama Harimbi itu mengaku telah bertemu dengan Nabi Khidir dalam mimpi yang sekaligus mengangkat dirinya sebagai titisan nabi.

Kabar itu disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang. Harimbi sendiri, sehari-hari beraktivitas sebagai tabib di peziarahan Ki Joharudin, yang berdiri sebuah perumahan di Kalingadu, Kecamatan Serang.


Dikutip dari detikNews, Sekretaris MUI Serang Amas Tajudin mengatakan, MUI Serang telah mendatangi pria tersebut dan melakukan klarifikasi. MUI telah meminta Harimbi untuk bertobat.

"Yang jadi persoalan, Harimbi mengaku titisan Nabi Khidir atau anak Nabi Khidir, itu yang jadi soal. Oleh karena itu, MUI menyatakan Harimbi kembali ke jalan yang benar, tidak lagi mengaku sebagai titisan," kata Amas kepada wartawan, Rabu (13/7/2022).

MUI Serang telah mengeluarkan pendapat hukum Nomor 5 Tahun 2022 tentang Harimbi, yang mengaku titisan Nabi Khdiri. Pendapat hukum ini bermula dari laporan pengurus MUI dan camat Serang.

"Hal tersebut telah merusak akidah Islam dan dapat menyesatkan umat Islam secara serius dan meluas," demikian bunyi pendapat hukum yang disampaikan Amas.

Soal mimpi Harimbi bertemu Nabi Khidir pun tak bisa dijadikan hukum atau pedoman. Pengakuan Harimbi dalam mimpinya dinilai menyimpang dan merusak akidah.

Kemudian, soal dia mengaku sebagai juru kunci, tabib makam Ki Joharudin diperintahkan nabi pun dianggap sebagai keyakinan dan pengakuan yang salah dan menyimpang.

Amas sendiri mengatakan peziarahan atau makam Ki Joharudin sendiri sudah ada sejak lama. Masyarakat diperkenankan untuk berziarah namun sepanjang sesuai dengan ajaran Islam. Profesinya sebagai tabib pun tidak masalah asalkan tidak mengaku sebagai titisan nabi dan mengajak orang lain percaya atas mimpinya itu.

"Silakan berziarah sesuai ajaran Islam, diperkenankan kemudian tidak ada masalah dengan ziarahnya dan tidak masalah dengan gedungnya, berkaitan status tanah itu jadi kewenangan kota, karena ini udah jadi fasum fasos yang sudah diserahkan ke Pemkot," ucapnya.

Pria Ngaku Dewa Matahari

Nyaris di saat yang bersamaan, muncul pria bernama Natrom (62) yang diduga menyebarkan ajaran sesat. Ia mengaku sebagai dewa matahari di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Lebak Banten.

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis meminta MUI setempat membina pria itu.

"Saya meminta MUI setempat menyapa dan membinanya. Mungkin karena ketidakpahaman," kata Cholil Nafis kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).

Pria yang mengaku dewa matahari itu diketahui melarang orang untuk salat. Merespons hal itu, Cholil menyarankan agar masyarakat berguru kepada orang yang memiliki keilmuan jelas.

"Baiknya cari guru yang jelas rekam jejak keilmuan dan pengamalannya," katanya.

Pihak Kecamatan Bayah, Lebak, sempat memanggil dan meminta klarifikasi kepada Natrom (62), pria yang mengaku sebagai dewa matahari. Natrom dianggap bicara ngawur dan tidak jelas.

Dikutip dari detikNews, Camat Bayah Khaerudin mengatakan Natrom merupakan wirausahawan atau pebisnis. Dia memiliki penginapan hingga perkebunan di wilayah Lebak Selatan.

"Dia punya beberapa penginapan yang dapat beli dan hasil gadai. Pekerjaannya gitu, jaga penginapan sama punya lahan perkebunan yang digarap warga," ujar Camat Bayah Khaerudin melalui sambungan telepon, Senin (11/7).

"Ketika pelaku ditanya, ya gitu ngocehnya, sebagai dewa matahari," katanya.

Cholil Nafis menyarankan agar pembinaan dikedepankan dalam kasus ini. Cholil Nafis menyebut proses hukum bisa berjalan jika pria yang mengaku dewa matahari itu melakukan tindakan kriminal.

"Ya baiknya dibina saja, kecuali kalau dia melakukan kriminal dan mengganggu NKRI," katanya.

Simak Video 'Mengaku Sebagai 'Dewa Matahari', Pria di Lebak Larang Orang Salat':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/yum)