Budi Daya Anjing ala Dog Fighter Subang

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Kamis, 07 Jul 2022 06:30 WIB
Aktivitas Dog Fighter.
Aktivitas anggota Dog Fighter. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Subang -

Anjing dikenal memiliki kedekatan dengan manusia. Sehingga pehobi atau pemelihara anjing juga tersebar di mana-mana di belahan bumi ini.

Di Kabupaten Subang, Jawa Barat pehobi anjing juga tak kalah banyak. Sebagian dari mereka bahkan mengikutsertakan anjingnya dalam beragam kontes anjing. Seperti halnya komunitas Dog Fighter Subang.

Ketua Komunitas Dog Fighter Subang, Ganjar mengatakan, saat ini membernya tercatat sudah puluhan orang di seluruh Subang.


"Untuk anggota ada sekitar 60 orang sekarang yang berada di Kabupaten Subang," ujar Ganjar kepada detikJabar belum lama ini.

Ganjar menceritakan, ia memiliki kecintaan kepada anjing sudah sedari kecil. Namun, ia bersama kawannya baru membentuk komunitas pecinta anjing tersebut baru pada tahun 2015 serta mengikuti beberapa kali kontes dan kejuaraan nasional.

Aktivitas Dog Fighter.Aktivitas Dog Fighter. Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar

Melatih dan Menjual Anjing

Menurut Ganjar, ia bersama komunitasnya juga membudidayakan anjing-anjing pemburu yang biasa diturunkan untuk menangkal hewan babi hutan.

"Anjing yang kita latih ada jenis Bull Terrier, ada juga yang semi terrier, bahkan ada juga yang Pitbull. Kalau jenis latihannya ada speed, dari cara menggigit, bahkan sampai berenang," katanya.

Ia saat ini memiliki sejumlah anjing yang dibudidayakan. Namun hanya sebagian yang sudah dilatih.

"Kalau di rumah ada, sekitar 10 anjing, tapi yang kita latih ini yang sudah benar-benar fisiknya bagus," ucapnya.

Untuk melatih anjing ini, komunitas Dog Figther memilih lapangan luas, salah satunya di Alun-alun Kabupaten Subang setiap sepekan sekali.

Selain dilatih, anjing yang dibudidayakan juga dijual. Untuk harga satu ekor anjing pemburu Ganjar mengungkap tergantung usia dan ketangkasannya.

"Kalau ini sampai Rp 15 juta, ada juga yang baru usia 6 bulan itu di harga Rp 5 juta," kata Ganjar.

Sebagai pecinta satwa, Ganjar bangga dengan apa yang dilakukannya. Sebab hobi merawat dan memelihara anjing ternyata juga membuahkan hasil. Sehingga ia dapat menjual hasil ternaknya.

"Saya jual usia di bawah setahun paling yang Rp 5 jutaan. Kalau ternakan saya peranakan Inggris," ungkapnya.

Meski ia menjual anjing, ia tidak sembarangan menjualnya kepada setiap orang. Pasalnya, memelihara atau merawat hewan anjing tidak semudah yang dibayangkan.

"Saya lihat dulu orang itu benar-benar ingin merawat atau tidak, kita juga ajarkan dulu perawatan dasarnya seperti apa," ungkapnya.

(ors/ors)