Siap-siap! Vaksin Booster jadi Syarat ke Kantor dan Mal 2 Pekan Lagi

Tim detikHealth - detikJabar
Selasa, 05 Jul 2022 15:14 WIB
Ilustrasi vaksinasi booster di Surabaya
Ilustrasi vaksinasi booster (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Bandung -

Pemerintah pusat akan menjadikan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan seperti dikutip detikHealth dari Antara, Selasa (5/6/2022).

Selain untuk mobilitas ke area publik, kebijakan yang akan berlaku dua pekan ini juga akan diterapkan untuk syarat perjalanan baik udara, darat mau pun laut.

"Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi," lanjut Luhut.


Selain sebagai syarat perjalanan, aturan wajib vaksin COVID-19 booster juga nantinya diberlakukan untuk persyaratan memasuki ruang publik. Salah satunya pusat perbelanjaan atau mal.

Seperti diketahui, cakupan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga masih jauh dari sasaran target. Dikutip dari vaksin.kemkes.go.id, baru 24,55 persen yang menerima vaksin COVID-19 dosis lanjutan yakni 51.122.361 dosis.

"Untuk mendorong vaksinasi booster, syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mal dan perkantoran, akan diubah jadi vaksinasi booster. Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi," katanya.

(yum/yum)