Imbauan Kemenag Jabar Usai 46 WNI Calon Haji Furoda Dideportasi Saudi

Sudirman Wamad - detikJabar
Minggu, 03 Jul 2022 21:30 WIB
Ilustrasi haji atau umrah
Foto: Getty Images/iStockphoto/Aviator70
Bandung -

Kemenag Jabar mengimbau masyarakat agar tak langsung tergiur dengan tawaran berangkat ke Tanah Suci melalui jalur furoda. Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Jabar Ahmad Handiman Romdony mengatakan, saat ini secara regulasi ada dua jalur yang bisa dipilih masyarakat, yakni jalur reguler dan khusus.

"Haji reguler di Jabar itu waiting list rata-rata 22 tahun. Haji khusus waiting list delapan sampai sepuluh tahun. Tapi, itu pasti. Meskipun kita harus menunggu," kata Romdony saat dihubungi detikJabar, Minggu (3/7/2022).

"Daripada kita tidak ingin menunggu, bayar ratusan juta. Tapi, tidak ada kepastian," ucap Romdony menambahkan.


Lebih lanjut, Romdony menegaskan Kemenag tak bisa menjamin soal pemberangkatan haji furoda. Sebab, lanjut dia, tak ada aturan tentang haji furoda di Kementerian Agama.

"Karena tidak ada regulasinya di Kemenag. Secara regulasi tidak bertanggung jawab dengan furoda. (Namun) karena ini menyangkut warga negara, kita pemerintah dalam hal ini Kemenag ya akhirnya harus turun tangan," kata Romdony.

Kemenag imbau masyarakat untuk ikuti aturan. Romdony menyebutkan saat ini sekitar 150 PIHK yang terdaftar di Jabar. "Tetap kalau mau aman pakai yang resmi meskipun menunggu lama," ucap Romdony.

Sebelumnya ada informasi tentang puluhan calon haji tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah pada Kamis (30/6). Mereka sebelumnya menumpang pesawat Garuda Indonesia dan tiba di Jeddah pada Kamis (30/6) pukul 23.20 Waktu Arab Saudi.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Hilman Latief mengatakan, 46 orang tersebut sudah menggunakan pakaian ihram layaknya berhaji namun tidak melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau agen travel yang memberangkatkan jemaah haji khusus.

"Dokumen juga tidak seperti disyaratkan Pemerintah Arab Saudi. Tentu saja karena tidak gunakan PIHK yang resmi maka mereka tidak lapor, ini sayang sekali," ujar Hilman seperti dikutip dari Antara, Minggu (3/7/2022).

Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat memastikan 46 calon haji yang diberangkatkan PT Alfatih Indonesia tersebut tidak mendapat visa haji furoda dari Indonesia. Dengan dasar itu, maka ketika menjalani pemeriksaan di imigrasi bandara, otomatis jemaah tidak akan lolos. Sebab, data di paspor diketahui berbeda dengan data di visa.

Sementara itu, sejumlah jemaah mengaku telah mengeluarkan biaya dari Rp 200 juta hingga Rp 300 juta agar bisa berangkat haji dengan jalur tanpa antre bertahun-tahun itu.

(sud/yum)