Ada Gelombang Tinggi, Pedagang di Pesisir Palabuhanratu Mengungsi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 03 Jul 2022 19:00 WIB
Dampak gelombang ringgi juga dirasakan sejumlah warung wisata di pesisir Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Dampak gelombang ringgi juga dirasakan sejumlah warung wisata di pesisir Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Dampak gelombang tinggi juga dirasakan sejumlah warung wisata di pesisir Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah pelaku usaha terlihat membenahi sejumlah properti mereka yang terkena gelombang.

Pantauan detikJabar, gelombang datang membawa tumpukan pasir di area warung mereka. Beruntung beberapa pengelola warung sudah memasang "benteng" di depan area warung mereka yang mengarah ke bibir pantai untuk mengurangi dampak ketinggian gelombang.

Beberapa pengelola warung wisata enggan memberikan komentar kepada awak media, mereka beralasan kondisi gelombang tinggi tersebut dikhawatirkan membuat tamu enggan datang.


Aden Mudri, warga setempat mengatakan gelombang air laut hingga kini masih tinggi. Ombak bahkan sempat merendam Jalan Pelita Rawakalong.

"Saat ini air laut masih besar ombaknya bahkan air membuat sebagian jalan terendam. Satu rumah jebol, air mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB," kata Aden kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).

Aden mengaku untuk sementara ia mengungsi ke tempat yang jauh dari bibir pantai. Ia khawatir air laut terus pasang. "Saya sendiri mengungsi ke tempat yang lebih aman, takut," imbuhnya.

Informasi diperoleh detikJabar, kondisi serupa juga terjadi di kawasan pesisir Citepus hingga ke wilayah Cimaja. Kondisi itu sendiri sudah diprediksi oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Metereologi Tunggul Wulung, Cilacal yang dibagikan di grup aplikasi perpesanan BPBD Kota Sukabumi, informasi menyebut soal peringatan gelombang tinggi di beberapa wilayah salah satunya di Selatan Sukabumi.

"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Tenggara - Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan utara Sabang, Perairan barat Aceh, Perairan selatan P. Jawa hingga NTT, Laut Banda, Perairan Kep. Sermata - Kep. Tanimbar, dan Laut Arafuru. Tinggi gelombang 4,0 - 6,0 meter (Sangat Tinggi)," kutip detikJabar dari data tersebut.

(sya/yum)