3 Pemotor Nyaris Tersambar KA Usai Terobos Perlintasan di Cimindi

Dony Indra Ramadhan, Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 30 Jun 2022 14:46 WIB
Pemotor Terobos Perlintasan Kereta Api di Cimindi
Pemotor Terobos Perlintasan Kereta Api di Cimindi (Foto: Istimewa)
Cimahi -

Tiga pengendara sepeda motor nyaris jadi korban tabrakan kereta api. Mereka nekat menerobos palang pintu perlintasan yang sudah tertutup.

Aksi mereka viral di media sosial (medsos). Sebagaimana dilihat detikJabar pada Kamis (30/6/2022) pukul 14.20 WIB, sebuah video menunjukkan detik-detik tiga sepeda motor itu nyaris jadi korban tabrakan kereta api. Informasi dihimpun, aksi itu terjadi di pintu perlintasan kereta api Cimindi.

Dalam video berdurasi 19 detik tersebut, terlihat sebuah kereta hendak melintas. Terdengar juga bunyi pertanda adanya penutupan palang pintu kereta api.


Akan tetapi, tak lama berselang terlihat ada tiga kendaraan kendaraan ngebut menerobos palang pintu perlintasan. Bahkan kendaraan terakhir nyaris tertabrak kereta api Argo Parahyangan yang melaju dari arah Bandung menuju ke Padalarang.

Humas Edan Sepur Wilayah 2 Bandung, Abdullah Putra Ganda mengecam kenekatan tiga penerobos palang pintu perlintasan kereta api saat posisi kereta sudah sangat dekat dan sedang melaju kencang.

"Tentunya sangat berbahaya, terlebih ini ada tiga motor yang menerobos secara bersamaan dan hampir ditabrak kereta api yang melaju kencang," ujar Abdullah saat dihubungi detikjabar.

Abdullah menyebut perlu ada bentuk pengawasan lain dengan memanfaatkan teknologi tilang elektronik di perlintasan sebidang untuk menekan pelanggaran yang dilakukan khususnya oleh pemotor.

"Selain itu juga kami mengharapkan kepolisian agar bisa segera memasang E-TLE tahap 3 di perlintasan sebidang selain di pasang di persimpangan jalan dan di jalan tol agar memberi efek bagi pelanggar," tutur Abdullah.

Dikonfirmasi terpisah, Manager Humas DAOP II Bandung Kuswardoyo menuturkan seharusnya pengendara berhenti saat palang pintu sudah tertutup. Akan tetapi, kata dia, masih banyak pengendara yang bandel.

"Kenyataannya banyak (yang nekat terobos) saat palang pintu turun malah cepat menerobos," tutur Kuswardoyo via pesan singkat.

Kuswardoyo menuturkan ada aturan dan ancaman sanksi yang bisa dijerat bagi pengendara yang menerobos palang pintu perlintasan kereta api. Aturan itu tertuang dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan pada Pasal 296.

Pasal tersebut berbunyi :

Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Menurut Kuswardoyo untuk mencegah hal ini diperlukan kesadaran bersama dari masyarakat.

"Diperlukan kesadaran pengguna jalan," katanya.



Simak Video "Aksi Tak Sayang Nyawa Pengendara Terobos Perlintasan Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)