Respons Pejabat Tasik soal Jembatan Cisepet yang Roboh

Deden Rahadian - detikJabar
Kamis, 30 Jun 2022 01:00 WIB
Lokasi sekitar Sungai Cimedang yang jembatannya roboh.
Lokasi sekitar Sungai Cimedang yang jembatannya roboh. (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Jembatan Cisepet di Kampung Mekartanjung, Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat roboh sejak 19 Juni 2020. Namun, hingga kini belum diperbaiki Pemkab Tasikmalaya. Padahal, Jembatan ini memiliki fungsi yang vital untuk aktivitas pereknomian dan kesehatan masyarakat.

"Jembatan ini penghubung antardesa, Desa Cayur Kecamatan Cikatomas dengan Desa Sindangasih," ujar Dedi Bernadi warga setempat, melalui surat elektronik kepada detikJabar.

"Akibatnya akses warga, baik akses ekonomi maupun pendidikan dan kesehatan sering terganggu. Sementara jembatan tersebut satu-satunya lintasan warga dua desa tersebut," jelasnya.


Menanggapi keluhan warga itu, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menyampaikan permohonan maaf. Ade beralasan belum dibangunnya jembatan karena keterbatasan kemampuan anggaran.

Apalagi, peristiwa ambruknya jembatan bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang mulai memuncak. Anggaran waktu itu difokuskan untuk penanganan COVID-19 hingga tingkat RT, RW, dan desa.

"Keterbatasan kemampuan APBD yang diakibatkan COVID-19 bukan satu jembatan. Bahkan, 40 persen anggaran kita termasuk desa untuk COVID-19," ungkapnya.

"Dengan segala kerendahan hati, saya mohon dan mohon doa. Kami sedang mencari formula bagaimana APBD bisa berkolaborasi dengan pemerintah desa. Mudah-mudahan tahun 2023 ini bisa lebih baik lagi," kata Ade Sugianto saat ditemui di Islamic Center Bojong Koneng, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (29/6/2022).

Kesulitan tersebut tak berhenti di situ, kini muncul permasalahan baru. Pemerintah pusat menghilangkan menu Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk infrastruktur jalan.

"Berat bagi kami jika pemerintah pusat benar-benar menghapus menu DAK untuk infrastruktur. Kami jelas kesulitan untuk mewujudkan program-program pembangunan infrastruktur nanti," Tambah Ade.

Dia berharap pemerintah pusat dapat melihat kondisi di daerah khususnya Kabupaten Tasikmalaya. "Jangan melihat Kabupaten Tasikmalaya dari Monas, lihatlah kami di lapangan," pungkas Ade.

Hal senada diungkap Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Sofari Al-Ayubi. Dia menyampaikan permohonan maaf karena Jembatan Cisepet yang notabene masuk dalam daerah pemilihanya belum kunjung diperbaiki.

Anggaran digunakan penanganan Covid 19 menjadi alasanya. Tapi pihaknya meyakini perbaikan jembatan masuk dalam rencana tahun 2023.

"Kami sampaikan permohonan maaf atas nama DPRD, apalagi itu DAPIL saya. Sebetulnya, pada tahun 2021 lalu Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah menganggarkan sebesar Rp 7 miliar pembangunan kembali jembatan putus di Kecmatan Cikatomas itu. Karena adanya masa pandemi itu tidak bisa direlaisasikan," ucap Asep.

(ors/ors)