Kasus Sapi Terpapar PMK di Pangandaran Makin Melejit

Erick Disy Darmawan, Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Rabu, 29 Jun 2022 01:00 WIB
Ilustrasi sapi.
Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar
Pangandaran -

Kasus ewan ternak terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Pangandaran meningkat jelang Iduladha. Jumlahnya saat ini nyaris mencapai 100 sapi.

"Saat ini ada sebanyak 91 ekor hewan ternak sapi yang terjangkit PMK tersebar di 6 kecamatan yang ada di Pangandaran," ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Dian Ghaniyy Fahmi kepada detikJabar, Selasa (28/6/2022).

Puluhan sapi yang terjangkit itu tersebar di Kecamatan Kalipucang (14 kasus), Kecamatan Sidamulih (38 kasus), Kecamatan Sidamulih (38 kasus), Kecamatan Pangandaran (24 kasus), Kecamatan Cigugur (5 kasus), Kecamatan Parigi (1 kasus), dan Kecamatan Cijulang (9 kasus).


Sementara kondisi hewan ternak yang sudah membaik kondisinya baru 36 dan 55 ekor masih sakit. Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran juga sudah melakukan penanganan sementara dengan melakukan racikan dari bahan alami.

"Hewan ternak yang terkena PMK sementara ini sudah dipisahkan. Karena khawatir adanya penularan lebih banyak," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangandaran Suryadi mengatakan, pihaknya akan mulai melakukan vaksinasi PMK.

"Kami sudah siapkan 3.800 dosis vaksin untuk penyuntikan hewan ternak. Ada 300 ekor sapi yang akan disuntik. Mulai hari ini," kata Suryadi.

Dia mengatakan penyuntikan vaksin PMK akan dikebut karena menjelang hari raya Idul Adha yang tinggal beberapa hari lagi. Vaksinasi akan diberikan kepada hewan ternak di tiga wilayah, yaitu Desa Sidomulyo, Desa Karangjaladri, dan Desa Kondangjajar.

"Ada 3 tim yang akan disebar untuk melakukan vaksinasi hewan tersebar di 3 kecamatan yang ada di Pangandaran, vaksinasi mulai hari ini," ujar Suryadi.

Ketiga lokasi vaksin tersebut dipilih karena kelompok tani peternaknya siap ternaknya divaksin. Selain itu hewan ternaknya dalam kondisi sehat dan populasinya banyak.

Dokter Hewan pada Dinas Pertanian Drh Rosania mengatakan, target vaksin sekarang adalah ternak-ternak sapi pembibitan yg menjadi akseptor Inseminasi Buatan.

"Tujuannya untuk membuat sapi akseptor IB terhindar dari PMK apalagi sekarang menjelang hari raya Idul Adha, penyuntikannya dikhususkan untuk sapi betina," katanya.

Majalengka Dapat 1.700 Dosis Vaksin PMK

Sementara itu, Pemkab Majalengka telah menerima 1.700 dosis vaksin PMK dari pemerintah pusat. Vaksin PMK tahap pertama ini diprioritaskan untuk sapi jenis pembibitan.

Dokter Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka, dr Muflih mengatakan, dalam vaksinasi PMK ini pihaknya mempunyai skala prioritas penyuntikan. Tahap pertama untuk sapi pembibitan, kedua sapi perah, terakhir sapi potong.

"Kita dapat 1.700 dosis, vaksinasi sudah mulai didistribusikan dari hari Sabtu (25/6). Untuk tahap awal ini kita targetkan sampai hari Rabu (29/6), insya Allah selesai," kata dr Muflih, Selasa (28/6/2022).

Disampaikan Muflih, vaksinasi PMK ini terus dikebut agar hewan ternak di Majalengka dalam keadaan sehat saat Iduladha. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penyuntikan sebanyak bagi 150-200 sapi per kecamatan.

"Target kita per kecamatan 150-200 hewan ternak. Dalam satu hari kita bisa menyasar lebih dari satu kecamatan untuk percepatan vaksinasi PMK ini," ujar dia.

"Setiap harinya (tim) keliling ke setiap peternak yang ada di Majalengka. Ini juga setiap kami bekerja ada juga didampingi tenaga teknis yang bertugas melakukan pencatatan hasil pelaksanaan vaksinasi," jelas Muflih.

(ors/ors)