Semangat Nenek Kuli Bangunan di Bali Bikin Dedi Mulyadi Teringat Ibu

Yudistira Perdana Imandiar - detikJabar
Selasa, 21 Jun 2022 14:46 WIB
Dedi Mulyadi dan Nenek Kuli Bangunan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Di tengah agenda kunjungan kerja ke Bali, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang nenek kuli bangunan perempuan bernama Dadong Mandang. Dedi memberikan sejumlah bantuan untuk Dadong.

Dedi mengatakan sosok perempuan tangguh itu mengingatkannya akan sosok ibu yang telah lama wafat. Dadong yang tinggal Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali itu bekerja sebagai kenek bangunan yang salah satu tugasnya adalah membuat adonan semen dan memecah batu. Ia bekerja sudah cukup lama karena suaminya sakit.

"Suami Dadong gak kerja, sakit sudah tua," ucap Dadong Mandang kepada Dedi Mulyadi seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6/2022).


Dadong mengungkapkan dalam satu hari ia mendapat upah Rp 100 ribu. Di proyek desa tersebut hanya Dadong sendiri yang perempuan. Sisanya adalah pria yang kebanyakan berasal dari Pulau Jawa.

Melihat ketangguhan Dadong, Dedi memberikan apresiasi berupa uang. Awalnya Dadong menolak karena tiba-tiba diberi uang oleh orang yang baru dikenalnya. Setelah diberi penjelasan akhirnya uang itu diterima. Dedi pun mampir ke rumah Dadong.

"Dadong kaya ibu saya, suka kerja keras, suka mikul pasir, batu, padi, gabah. Ini tangan mulia bagi kemuliaan hidup. Perempuan hidup mengeluarkan keringat untuk menghidupi keluarga," ucap Dedi sambil mencium tangan Dadong yang masih kotor oleh sisa proyek.

Kepada Dedi, Dadong menceritakan dulu suaminya bekerja sebagai peternak sapi dengan sistem bagi hasil. Namun, saat anak-anaknya beranjak dewasa sang suami sakit sehingga Dadong yang mencari nafkah untuk keluarga.

"Sekarang suami Dadong, Wayan Sarang, sudah sehat tapi istirahat di rumah karena sudah tua. Dadong juga baru lagi dua hari kemarin kerja karena sakit," cerita Dadong.

Usai sejenak berada di rumah Dadong, Dedi mengajaknya berbelanja. Keduanya pun menuju sebuah toko pakaian dan sembako untuk membeli berbagai kebutuhan pokok. Dedi juga membelikan kain, kemben, dan kaus untuk kebutuhan upacara adat.

Kepada Dedi, Dadong mengatakan uang dan segala barang yang dibelikan akan dibagikan kepada anak-anaknya. Dedi pun meminta agar uang tetap disimpan oleh Dadong.

"Uangnya jangan dibagi-bagi, itu uang hasil kerja keras Dadong. Uangnya disimpan saja. Dadong sudah berbuat kebaikan bagi banyak orang," cetus Dedi.

Usai menaruh belanjaan di rumah, Dedi pun membawa Dadong kembali ke proyek untuk kembali bekerja. Mantan Bupati Purwakarta itu menyebut Dadong sebagai sosok cerminan wanita tangguh.

"Ini perempuan hebat kaya gini. Walau pun kata orang susah, tapi dia adalah inspirasi untuk Indonesia perempuan yang penuh kesabaran. Dan dadong mengingatkan pada ibu saya yang mengorbankan segala waktunya untuk anak dan suami tercinta," ujar Dedi.

(ncm/ega)