Jadi Terbaik di Jabar, Kopi Karawang Batal Dipamerkan di Milan

Yuda Febrian Silitonga - detikJabar
Senin, 20 Jun 2022 20:00 WIB
Tanu Wijaya, pengolah biji kopi Karawang sehingga menjadi yang terbaik di Jabar
Tanu Wijaya, pengolah biji kopi Karawang sehingga menjadi yang terbaik di Jabar (Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikJabar)
Karawang -

Kopi robusta Karawang batal dipamerkan di ajang pameran kopi dunia World of Coffee di Milan, Italia. Pasalnya, kopi olahan Tanuwijaya (38) itu mendapatkan tiket tampil di Milan, usai menyandang titel kopi terbaik di Jabar.

Kepala Bidang Perkebunan dan Perlindungan Tanaman dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang Dadan Danny, menyayangkan pembatalan keikutsertaan kopi Karawang dalam event World of Coffee.

"Terkait kabar baik kopi Karawang mendapat nilai tertinggi di Jawa Barat dan menjadi nomor satu kopi robusta, kami sebenarnya baru mengetahui dari informasi di media, karena kami tidak mendapatkan informasi sebelumnya dari Pemprov Jawa Barat terkait event tersebut," kata Dadan saat ditemui di ruangannya, Senin (20/6/2022).


"Kami juga menyayangkan sampai akhirnya pak Tanu Wijaya membatalkan keikutsertaan kopi Karawang ke Milan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, ia akan segera berkoordinasi dengan Tanu Wijaya selaku peserta dari Karawang untuk mengetahui kejelasan perihal pembatalan tersebut.

"Paling kami rencana akan datang ke rumahnya, dan akan ngobrol banyak dengan pak Tanu soal kopi dan tentunya acara yang diikuti," ujarnya.

"Event itu informasinya tidak kami dapatkan, dan akhirnya kami telat mendapatkan pengumuman tersebut," katanya menambahkan.

Potensi Kopi Karawang Ada di 3 Kecamatan

Dadan mengatakan, potensi kopi Karawang terdapat di tiga kecamatan mulai dari Pangkalan, Tegalwaru, dan Ciampel. Di sana ada 14 kelompok tani dan 600 petani kopi yang menggarap kurang lebih 700 hektar lahan.

Tanu Wijaya, pengolah biji kopi Karawang sehingga menjadi yang terbaik di JabarTanu Wijaya, pengolah biji kopi Karawang sehingga menjadi yang terbaik di Jabar Foto: Yuda Febrian Silitonga/detikJabar

"Menghasilkan lebih dari 3 ton pertahun, dan itu dikirim ke Bogor, Cianjur dan Jakarta," ujarnya.

Saat ini Pemkab Karawang tengah mengembangkan potensi kopi. Pemberdayaan dilakukan, meskipun diakuinya masih belum termaksimalkan potensinya.

"Kalau kopi sendiri tengah jadi pengembangan bagi daerah dan para petani tengah diberdayakan dan diberikan pembinaan meski memang belum termaksimalkan potensinya," ujarnya.