Pemkot Sukabumi Siapkan Solusi Atasi Dampak Dihapusnya Honorer

Siti Fatimah - detikJabar
Jumat, 17 Jun 2022 02:00 WIB
Ilustrasi wanita karier atau PNS
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/alvarez)
Sukabumi -

Sementara itu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Sukabumi mencatat sebanyak 1.141 orang masih berstatus sebagai tenaga honorer. Dari jumlah tersebut baru 533 orang yang akan beralih status menjadi PPPK. Artinya, ada 608 orang yang nasibnya menggantung dan terancam kehilangan pekerjaan.

"Pertama isu ini kan muncul setelah surat Pak MenPAN. Beliau me-review lagi ke kita tentang ketentuan pegawai non PNS yang ada di UUD 5, PP 11 dan PP 49, pegawai non PNS yang bertugas pada instansi pemerintah masih tetap melaksanakan tugas paling lama 5 tahun ke depan sampai 2023," kata dia saat ditemui detikJabar, Kamis (16/6/2022).

Dia mengatakan, jalan alternatif atas kebijakan tersebut adalah melalui perubahan tenaga honorer menjadi PPPK atau ASN sesuai dengan jenis pegawai pemerintahan yang ada dalam PP 49 Tahun 2018. Bercermin dari tahun sebelumnya, sebagian guru honorer di Kota Sukabumi difasilitasi menjadi PPPK.


"Ini terbukti. Kemarin ada 533 tenaga honor guru yang akan berubah statusnya sebagai PPPK dan program itu signifikan," tuturnya.



Simak Video "Ini Tampang Pembunuh Driver Ojek di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]