Jagad media sosial Kota Bandung dihebohkan aksi dua bocah nekat memegang tubuh dan menciumi bokong seorang wanita yang duduk di jok bagian belakang sepeda motor. Aksi mereka terekam kamera ponsel warga hingga dibagikan ke media sosial.
Berdasarkan penulusuran, aksi nekat kedua bocah tersebut terjadi di perempatan Pasirkaliki-Sukajadi, Kota Bandung, Kamis (9/6/2022). Petugas Satpol PP sudah mendapat laporan kejadian itu dan langsung turun tangan.
Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi memastikan kejadian itu sudah ditangani anak buahnya. Rasdian mengungkap, keluarga dari salah satu bocah tersebut sudah didatangi petugas untuk mendapat pembinaan lebih lanjut.
"Sudah ketemu (dengan bocah). Sama petugas, si anak sama keluarganya sudah diberi pembinaan," kata Rasdian kepada detikJabar via sambungan telepon, Jumat (10/6/2022).
Menurut Rasdian, keluarga dari si bocah tersebut telah membuat surat pernyataan. Mereka telah meminta maaf atas kelakuan anaknya yang viral di media sosial.
"Sudah minta maaf orang tuanya, bikin surat pernyataan akan mengawasi kembali anaknya supaya kejadian itu enggak terulang. Intinya, begitu kejadian ini viral, petugas kami sudah langsung turun tangan. Sudah kami kasih edukasi juga, mudah-mudahan kejadian kayak gini enggak dilakukan lagi sama si anaknya," tutur Rasdian.
Dari hasil penelusuran petugas, keduanya ternyata masih berstatus saudara sepupuan. Mereka masih duduk di bangku kelas 1 SD.
"Mereka sepupuan, umurnya paling juga tujuh tahunan dan baru kelas satu SD," kata Komandan Kompi Tranmas Satpol PP Kota Bandung Erdiaz Drasdiutama kepada detikJabar via sambungan telepon, Jumat (10/6/2022).
Erdiaz juga sudah bertemu langsung dengan keluarga salah satu bocah yang viral akibat aksi cium bokongnya itu. Ia yang memimpin penelusuran bersama petugas Satpol PP yang lain setelah video tersebut tersebar di media sosial.
Dari hasil penelusurannya, ternyata salah satu bocah tak bermaksud membuat resah pihak manapun atas tindakannya itu. Sebab, sang bocah mengaku hanya diajak bermain oleh bocah satu lagi selepas pulang sekolah.
"Jadi si salah satu ini diajak main sama sepupunya itu. Karena orang tuanya tahunya mereka cuma mau main di sekitar rumah, akhirnya enggak dilarang," ungkap Erdiaz.
(ral/ors)