Pemprov Jabar Pelototi Grafik Kasus COVID-19 Pasca-Lebaran

Sudirman Wawad - detikJabar
Rabu, 25 Mei 2022 10:40 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi COVID-19 (Foto: Getty Images/loops7)
Bandung -

Kasus COVID-19 di Jawa Barat tidak mengalami lonjakan seusai libur Lebaran. Namun hingga saat ini status endemi belum diterapkan oleh pemerintah.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Raden Vini Adiani Dewi menjelaskan ada beberapa syarat yang harus ditempuh untuk menurunkan status dari pandemi ke endemi.

"Ada beberapa syarat yang harus dilalui. Itu tercatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah pusat," kata Vini di Gedung Sate, Rabu (25/5/2022).


Vini mengatakan persyaratan tentang endemi COVID-19 itu berkaitan dengan jumlah angka kasus pasien positif, penerapan PPKM level 1 di seluruh daerah, dan tidak adanya peningkatan jumlah kasus COVID-19 selama enam bulan.

"Tapi yang penting WHO harus sudah mencabut, baru Indonesia melakukan evaluasi beberapa cakupan. Jadi tidak hanya di Jabar, tetapi data tersebut harus sampai pusat. Kalau sudah turun ke bawah, baru dinyatakan (endemi)," kata Vini.

Vini menegaskan Jabar dalam situasi aman. Kendati demikian, pihaknya tetap waspada dan tetap siaga mengawasi agar tak terjadi kasus serupa di Shanghai dan beberapa negara, yakni meledaknya kasus COVID-19.

"Kita alhamdulillah tidak ada, dan Lebaran ini baru berakhir dua minggu lalu. Dan mungkin bulan depan kita hitung," ucap Vini.

Vini menambahkan Dinkes Jabar mengimbau agar daerah terus melakukan pemeriksaan dini atau testing, pelacakan atau tracing, dan perawatan atau treatment. Kendati kasus COVID sudah landai, menurutnya, tim data harus tetap memantau pelaporan dari rumah sakit di kota maupun kabupaten.

"Laporan Satgas masih terus jalan dan kita pantau sebulan ke depan," ucap Vini.

Vini berharap enam bulan ke depan sejak libur Lebaran kemarin kasus COVID-19 di Jabar tak mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini bisa membantu untuk melewati fase rekomendasi endemi sesuai WHO.

(sud/mso)