Kabupaten Cianjur

Tolong! Jalan Desa Situhiang Rusak Parah dan Kerap Diterjang Longsor

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 20 Mei 2022 10:22 WIB
Longsor menimbun jalan di Desa Situhiang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur
Longsor menimbun jalan di Desa Situhiang Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur (Foto: Istimewa).
Cianjur -

Warga Desa Situhiang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur kesal lantaran jalan di desanya rusak parah. Selain itu, longsor juga kerap terjadi, bahkan dalam 10 hari terakhir sudah terjadi 3 kali longsor di titik yang sama.

Jalan yang paling parah berada di titik tanjakan Kampung Beber. Jalan tersebut tampak hanya tersisa beberapa bagian yang masih memiliki beton, sedangkan selebihnya sudah berupa tanah dan bebatuan.

Kondisi jalan yang rusak itu membuat masyarakat harus ekstra hati-hati, sebab tidak sedikit pengendara sepeda motor yang terjatuh dan mobil yang kembali mundur lantaran tak kuat menanjak akibat kondisi jalan yang rusak.


H Ade, warga sekitar mengatakan masyarakat ingin pihak terkait memberi perhatian terkait rusaknya jalan tersebut. Pasalnya, kata dia, kondisi tersebut menghambat aktivitas, terutama perekonomian.

"Bapak-bapak, jalan di Kampung Beber terutama di tanjakannya dicuekin sama pemerintah. Ada kebijakan tidak untuk nih untuk masyarakat, masyarakat ingin maju, jalannya ingin diperbaiki," ungkap dia, Jumat (20/5/2022).

Selain itu, di sepanjang jalur tersebut juga rawan longsor. Bahkan tercatata selama 10 hari terakhir sudah terjadi tiga kali longsoran.

Tebing setinggi 20 meter di samping jalan kerap kali longsoe jika diguyur hujan deras. Material longsoran yang menutup seluruh badan jalan dengan ketebalan sekitar 1 meter membuat akses warga seringkali lumpuh.

Sayangnya hingga saat ini penanganan hanya dilakukan oleh warga, sedangkan pemerintah masih belum melakukan upaya untuk menangani longsoran agar tidak terjadi lagi.

"Sudah tiga kali longsor, yang terbaru tadi lagi longsor lagi. Padahal kemarin baru selesai dibersihkan. Yang membersihkan juga warga. Kami berharap ada penanganan oleh pemerintah, supaya tidak terus longsor, karena ini akses jalan utama warga," ungkap Neng Ida (20), warga lainnya.

(mso/mso)