Round-Up

Kekecewaan Panitia Usai Anji cs Batal Manggung di Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 19 Mei 2022 08:00 WIB
Curhatan Anji di media sosial.
Curhatan Anji di media sosial. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Anji beserta sejumlah musisi Tanah Air batal manggung di Balai Kota Bandung setelah mendapat larangan karena urusan perizinan. Panitia penyelenggara, DCDC, pun kecewa karena merasa sudah menempuh dan mengajukan izin mengenai event yang harusnya digelar 16 Mei 2022 tersebut.

Kekecewaan panitia datang karena mereka merasa event kemarin bukan hanya sekadar konser musik semata. Tapi, bentuk apresiasi untuk para petugas kebersihan jalanan di Kota Bandung yang sama-sama terdampak pandemi COVID-19 selama 2 tahun.

"Jadi gini, yang kemarin tanggal 16 Mei itu adalah event apresiasi. Itu bukan konser," kata Marketing Manager Brand Communication PT Djarum Agus Danny Hartono saat berbincang dengan detikJabar via telepon di Bandung, Rabu (18/5/2022).


Acara tersebut sebetulnya merupakan rangkaian dari gerakan bersih-bersih Kota Bandung yang digagas DCDC. Mereka juga sudah mengkoordinasikan agenda ini langsung dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

Karena memiliki kesepamahaman, Danny menyebut DLH juga memberikan restu saat DCDC menawarkan sebuah kegiatan sebagai bentuk apresiasi bagi para petugas kebersihan jalanan. Maka, tercetuslah event DCDC for You Bersih-bersih Kota Bandung, sekaligus mengundang musisi sekaliber Anji, Melly Mono (eks She), Ink Mary hingga Pidi Baiq untuk memberikan hiburan kepada petugas kebersihan sekaligus halal bihalal setelah Lebaran.

"Makanya feedback dari kami mengadakan halal bihalal yang hanya melibatkan LH dan hanya dihadiri oleh tukang kebersihan di jalan untuk kita kasih apresiasi. Karena buat mereka nonton konser itu sesuatu yang jarang, boleh dikatakan tidak pernah malah," ungkapnya.

Kekecewaan mereka makin bertambah karena larangan event kemarin datang pada 2 jam sebelum kegiatan dimulai. Padahal, semua persiapan sudah beres. Bahkan panggung hiburan sudah berdiri di Balai Kota Bandung.

"Jadi kami itu sangat tidak biasa kalau belum dapat surat izin, kami enggak mau eksekusi. Bahkan di H-1 juga, saya didampingi oleh bagian umum pemda, tapi kenapa 2 jam sebelum acara tiba-tiba ada pembatalan dari pihak internal," katanya.

"Itu kan panggung sudah berdiri, tamu udah pada datang, tinggal go. Petugas kebersihan juga sedang menuju lokasi, tiba-tiba ada pembatalan lalu panggung diminta dibongkar," tambah Danny.

Danny mengaku heran kenapa larangan itu datang mendadak. Padahal di acara sebelumnya, tepatnya saat event Drummadhan pada 10 April 2022, DCDC tak menemui kendala apapun ketika hendak menggelar acara musik di Balai Kota Bandung.

Namun saat event kedua kalinya, pihak DCDC malah dilarang. Padahal kata Danny, seharusnya secara regulasi, event kedua itu tak menimbulkan masalah karena sudah mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.

"Logikanya, ketika tanggal 10 April kita bikin event, itu independen DCDC doang tanpa melibatkan kedinasan. Sekarang tanggal 16 Mei saya melibatkan kedinasan, harusnya logikanya lebih mudah dong, karena ada support oleh pemda. Tapi pada kenyatannya sebaliknya," ujarnya.

Danny makin heran begitu ia berkoordinasi dengan pihak kepolian mengenai pembatan acara di Balai Kota Bandung itu. Ia lantas mendapat informasi dari polisi bahwa pembatalan dilakukan atas arahan dari Satgas COVID-19 Kota Bandung.

"Kami pas begitu pasti koordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak berwenang lain untuk acara ini, nah dari pihak kepolisian ada statement untuk tidak mengizinkan atas arahan dari Satgas COVID belum ada izin," ucapnya.

Masalahnya, Danny merasa perizinan itu sudah ditempuh DCDC. Bahkan, pihak penyelenggara sudah bertemu dengan Wali Kota Bandung Yana Mulyana beberapa hari sebelum acara itu digelar.

Yana menurutnya mengizinkan acara tersebut dilaksanakan di Balai Kota dengan. Syaratnya hanya dihadiri 250 orang sebagai antisipasi prokes kesehatan COVID-19.

"Izin sudah kita tempuh semua. Ya sudah enggak apa-apa, mungkin bukan rezekinya buat petugas kebersihan. Mungkin waktu lain kami bisa menghibur mereka, kami tidak akan berhenti, kami akan terus apresiasi mereka," tuturnya.

Pihak penyelenggara mengaku legawa walau acara musik tersebut batal dilaksanakan. Pihak DCDC tak ingin mengambil risiko karena memang secara aturan, izin mereka untuk menggelar event di Balai Kota Bandung tak diperbolehkan.

"Kami legawa aja. Kami juga tidak mungkin bikin sesuatu, panggung, tanpa ada izin," pungkasnya.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/ors)