Pemkab Cianjur: Warga yang Sakit Tetap Gunakan Masker di Luar Ruangan

Ikbal Slamet - detikJabar
Rabu, 18 Mei 2022 23:10 WIB
Ilustrasi anak menggunakan masker
Ilustrasi anak mengenakan masker (Foto: Getty Images/iStockphoto/dragana991)
Cianjur -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan masyarakat untuk melepas masker saat berada di luar ruangan yang tidak padat orang. Pemerintah Kabupaten Cianjur pun bakal mengikuti kebijakan tersebut.

Kendati begitu, Pemkab tetap meminta masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan mengingat COVID-19 masih belum sirna sebelumnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan Pemkab Cianjur akan menjalankan kebijakan sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, yakni mengizinkan masyarakat tidak menggunakan masker di ruang terbuka.


"Secara umum kita ikuti kebijakannya," kata dia, Rabu (18/5/2022).

Namun, lanjut Herman, masyarakat tetap diminta waspada. "Kita sudah diberi kelonggaran, tapi jangan abaikan COVID-19, karena kita tidak tahu apakah sudah benar-benar tidak ada atau masih ada di sekitar kita," kata dia.

Herman meminta warga yang sakit agar tetap menggunakan masker jika keluar rumah, sehingga tidak menularkan penyakit baik virus COVID-19 atau virus lainnya.

"Kalau yang sehat silakan tidak menggunakan masker di ruang terbuka. Tapi kalau yang sakit ya tetap gunakan masker, jangan sampai lingkungan kita ikut sakit," tuturnya.

"Jadi intinya meskipun sudah ada kelonggaran, kewaspadaan tetap harus dilakukan," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irvan Nur Fauzy, mengatakan saat ini Cianjur nol kasus COVID-19. Namun Pemkab akan terus waspada untuk melakukan pengecekan.

"Kita nol kasus, tapi kemungkinan muncul lagi kasus masih ada. Kemarin kan saat lebaran pemudik banyak berdatangan. Makanya kita masih terus pantau hingga 14 hari setelah lebaran," ujarnya.

Dinkes juga akan menggenjot vaksinasi, mulai dari dosis pertama hingga booster. "Untuk dosis pertama capaian sudah 96 persen, dosis kedua 90 pertama, dan booster atau dosis ketiga sudah diangka 20 persen. Kita akan terus genjot vaksinasi untuk menumbuhkan herd immunity," ucapnya menutup wawancara.

(bbn/yum)