Wabup Sahrul Gunawan Minim Peran di Pemkab Bandung, Ada Apa?

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 13 Mei 2022 10:58 WIB
Sahrul Gunawan
Sahrul Gunawan (Foto: Muhammad Iqbal/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan kembali menjadi sorotan. Sosoknya yang dikenal sebagai publik figur itu dinilai minim peran di Pemkab Bandung. Ada apa?

Dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Bandung, Sahrul Gunawan mendampingi Bupati Bandung Dadang Supriatna. Sejak dilantik sebagai wabup Bandung pada 26 April 2021, banyak pengamat politik menilai Sahrul Gunawan jarang dilibatkan dalam urusan Pemkab Bandung.

Sahrul buka suara menanggapi permasalahan tersebut. Dia mengaku heran kenapa dirinya tidak banyak dilibatkan dalam Pemkab Bandung.


"Saya juga enggak paham kenapa, mungkin dari awal karena saya sering menanyakan mengenai tupoksi saya berdasarkan Undang-Undang. Sederhana saja sih sebetulnya, karena saya menyanggupi dan mengiyakan ketika diusung sebagai wakil itu ya sesuai dengan passion saya," ujar Sahrul saat dihubungi detikJabar, Jumat (13/5/2022).

Dia mengungkapkan hal tersebut terus terjadi hingga saat ini. Akhirnya, Sahrul memutuskan untuk memberikan pelayanan masyarakat secara mandiri.

"Ketika saya tidak mendapatkan apa yang memang menjadi tupoksi saya itu, ya saya akhirnya berkeliling saja secara sendiri ke masyarakat. Artinya masih banyak lah yang bisa dilakukan ya, misalnya kaya undangan seminar, atau apa. Meskipun tidak semua bisa terimplementasikan, karena kan ada di kebijakan, koordinasi, yang juga tidak leluasa bisa saya lakukan," tutur Sahrul.

Sahrul menuturkan hingga saat ini tidak menyetujui semua kegiatan atau program dilakukan oleh kepala daerah. Dalam hal tersebut, dia ingin berkontribusi menjalankan roda pemerintahan.

"Ya memang harus diakui bahwa memang sentralistik ini saya enggak setuju sebetulnya. Bayangkan sekian banyak urusan, sebetulnya oke bisa saya bantu dan juga bisa ada kontribusi di pemerintahan saat ini," ucapnya.

"Tapi gimana ya, ya saya ikuti saja. Maksudnya apa yang diharapkan dan apa yang menjadi keinginan pak bupati, karena kan saya hanya wakil beliau," kata Sahrul menambahkan.

Menurut dia, jika hal tersebut terus berlarut-larut, pasti masyarakat akan melihat kondisi sebenarnya. "Tapi saya kira ini perhatian dari publik juga kan akan melihat ya, bahwa ada yang aneh nih. Meski bukan saya yang mengeluarkan statement, karena buat saya itu sudah lewat perjalanan saya, seperti melakukan protes atau kemudian baper dan lain sebagainya," tutur Sahrul.

"Sekarang saya sudah lebih santai, artinya sudah banyak diskusi, saya ke masyarakat dan banyak yang mengirimkan catatan-catatan. Meskipun saya tidak bisa menyampaikan aspirasi apa pun dari semenjak awal saya menjabat," kata dia menambahkan.

Saat ini Sahrul telah menyusun beberapa program. Cara itu, menurut dia, bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Jadi saya sudah menyusun sekarang ini konsep UMKM, artinya harus berpikiran gini. Kalau harus bermain di kolam yang sama, saya sudah enggak akan kebagian tempat. Jadi, daripada saya memaksakan diri untuk bisa terus masuk ke kolam itu, sementara ya jalani saja dengan situasi dengan seperti ini," ucapnya.

"Saya tidak tahu apakah pertimbangannya saya tidak boleh cape atau misalnya biarlah saya bagusnya berkeliling saja deh sendiri," ujar Sahrul menegaskan.

(bbn/bbn)