Hotel di Pangandaran Disegel Gegara Tunggak Pajak Setengah Miliar

Aldi Nur Fadilah - detikJabar
Rabu, 11 Mei 2022 17:00 WIB
Banner terpajang di depan hotel yang ditutup sementara karena menunggak pajak
Banner terpajang di depan hotel yang ditutup sementara karena menunggak pajak (Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Pemerintah Kabupaten Pangandaran tak main-main dalam menindak hotel yang menunggak pajak. Hotel tersebut ditutup dan dilarang beroperasi sementara.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran Dadang Solihat mengatakan, hotel yang ditutup sementara tersebut telah menunggak pajak selama 6 tahun.

"Dari banyaknya hotel di Pangandaran, Surya Transera sudah 6 tahun bayar pajaknya tidak benar, nunggak terus," kata Dadang kepada detikJabar, Rabu (11/5/2022).


Dari informasi yang dihimpun detikJabar dari Bapenda Pangandaran, hotel tersebut menunggak pajak hingga ratusan juta Rupiah.

"Ditaksir utang pajaknya mencapai 530 juta," katanya.

Sementara penutupan hotel dilakukan sampai pihaknya membayar pajak. "Penindakan ini dilakukan agar ada upaya pembayaran pajak hotel tersebut, biar ke depannya juga taat pajak. Termasuk hotel-hotel lainnya," ucap Dadang.

Dari pantauan detikJabar, Di gerbang depan masuk hotel dipasang banner yang bertuliskan "Hotel ini ditutup sementara karena belum melunasi pajak hotel".

Seminggu terakhir liburan lebaran objek wisata pantai Pangandaran. Hotel tersebut pun ramai dikunjungi pengunjung.

"Sejak hari Selasa (10/5/2022) kemarin hotel ini dipasang petugas pemkab Pangandaran. Katanya sih ramai tidak bayar pajak," ucap Asep tukang bubur depan hotel Surya Transera.

Sales Marketing Surya Transera Hotel, Dinda, mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban terkait penunggakan pajak. "Saat ini masih dirundingkan dengan pihak manajemen hotel," katanya kepada detikJabar melalui telepon seluler.

(bbn/yum)