Kabupaten Sumedang

Polisi Selidiki Izin Bangunan-Tempat Wisata di Citengah Imbas Banjir Bandang

Nur Azis - detikJabar
Jumat, 06 Mei 2022 21:30 WIB
Polisi melakukan penyelidikan terkait izin vila dan tempat wisata.
Polisi melakukan penyelidikan terkait izin vila dan tempat wisata (Foto: Istimewa).
Sumedang -

Polres Sumedang melakukan penyelidikan terkait izin pendirian bangunan sejumlah vila dan objek wisata di Kawasan Citengah, Kabupaten Sumedang. Hal itu imbas dari terjadinya bencana banjir bandang di kawasan tersebut pada Rabu (04/05/2022) Sore.

Seperti diketahui, selain merendam belasan rumah dan menghanyutkan dua unit mobil, banjir juga telah menghanyutkan seorang anak perempuan berusia 13 tahun asal Indramayu yang hingga kini masih dalam pencarian.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto memaparkan memasuki hari ketiga, pencarian korban yang hanyut masih terus dilakukan oleh tim gabungan.


"Tim 100 orang yang terdiri dari berbagai unsur yaitu TNI, POLRI, BPBD Sumedang, Tim Sar dan Relawan dari Organisasi Kemasyarakatan," terang Eko kepada wartawan, Jumat (6/5/2022).

Eko menjelaskan, pihaknya pun saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait izin pendirian sejumlah bangunan vila dan objek wisata di wilayah Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.

"Saat ini Polres Sumedang menggelar penyelidikan terkait izin pendirian bangunan vila dan objek wisata River Inn dan Kalana di wilayah Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan," terang Eko.

Selain itu, Polres Sumedang juga melakukan penyelidikan terkait izin pendirian bangunan di lahan milik negara dari mulai Kawasan Cisoka hingga Kawasan Citengah.

"Kami akan menggandeng tim ahli dari akademisi untuk dimintakan analisisnya berdasarkan pengamatan lapangan terkait pemanfaatan lahan di wilayah Citengah hingga Cisoka Kecamatan Sumedang Selatan," ujar Eko

Guna meminimailisir kejadian serupa, Polres Sumedang pun kini menutup akses jalan ke lokasi tempat wisata yang mengalami banjir bandang untuk sementara waktu.

"Apabila lokasi wisata itu ingin dibuka kembali, agar ada tim yang bertugas harian yang melibatkan lintas instansi khususnya BMKG yang memiliki tugas utama untuk memberikan early warning akan curah hujan yang berpotensi terjadi pada hari itu dan berbagai assessment keadaan cuaca lainnya sebelum kawasan wisata itu di buka pada hari itu," pungkas Eko.

(mso/mso)