Tol Cipali Km 164 Lancar, di Garut Lalin Siap Dibuka-Tutup

Hakim Ghani, Erick Disy Darmawan - detikJabar
Jumat, 06 Mei 2022 15:20 WIB
Arus lalu lintas di fly over KM 166 Tol Cipali.
Arus lalu lintas dilihat dari flyover Km 166 Tol Cipali. (Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Situasi arus lalu lintas Tol Cipali Kilometer 164 terpantau lancar pada Jumat (6/5/2022). Tak ada antrean kendaraan sejak kebijakan one way diterapkan.

Sekadar diketahui, polisi menerapkan kebijakan one way sejak Kamis (5/5/2022) malam sekitar pukul 21.30 WIB, dari ruas Km 187 Gerbang tol (GT) Palimanan hingga Km 72 GT Cikampek.

"Sejak diberlakukan one way semalam kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Palimanan tercatat 93.624 kendaraan," kata General Manager Operasi PT Lintas Marga Sedaya, Suyitno, dalam keterangannya, Jumat (6/5/2022).


Pantauan detikJabar di lokasi pada pukul 13.40 WIB, tampak kendaraan yang melintas di jalan tol ini didominasi mobil jenis minibus. Bukan hanya minibus, beberapa menit sekali bus angkutan umum juga tampak melintasi ruas jalan tersebut.

"Untuk data total (kendaraan yang masuk) belum ada. Kalau untuk lalin per jam masih di bawah 3.000 kendaraan. Untuk daya tampung Tol Cipali sekitar 4.700 per jam. Jadi space masih banyak," ujar dia.

Situasi tempat wisata di Garut.Situasi tempat wisata di Garut. (Hakim Ghani/detikJabar)

Wisatawan Serbu Garut, Polisi Siapkan Strategi Buka-Tutup

Sementara itu, hari ini diperkirakan merupakan puncak arus wisatawan di Kabupaten Garut. Polisi akan memberlakukan sistem buka tutup jika tempat wisata mengalami overload.

Pantauan detikJabar di sejumlah tempat wisata di Garut, Jumat (6/5/2022), situasi terlihat ramai. Di Gunung Papandayan, wisatawan terpantau memenuhi sejumlah kawasan wisata di tempat tersebut.

Mulai Papandayan Leisure Park (PLP), Papandayan Camping Ground (PCG), hingga yang paling ramai di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan yang kerap jadi primadona wisatawan tiap momen liburan.

Selain para pelancong yang ingin berlibur, pengelola TWA Papandayan melaporkan 80 persen dari para pengunjung yang datang ke sana merupakan para pendaki.

"Kebanyakan adalah yang hiking," ungkap Dedi Sitepu, pengelola TWA Papandayan.

Di objek wisata Darajat, Kecamatan Pasirwangi, wisatawan dari berbagai daerah berkunjung ke sana. Sejumlah fasilitas liburan di tempat tersebut ramai diserbu para wisatawan. Mereka berasal dari berbagai daerah. Mulai Bandung hingga Jakarta.

Sama halnya terjadi di sejumlah objek wisata di kawasan pantai selatan, jutaan wisatawan diperkirakan berkunjung ke sana dalam beberapa hari terakhir. Di beberapa pantai terkenal, seperti Santolo dan Sayangheulang, wisatawan menyemut.

Pemandangan serupa juga terjadi di sejumlah tempat wisata lain di Garut, macam Situ Bagendit, Situ Cangkuang, hingga Taman Satwa Cikembulan, Kecamatan Kadungora.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, untuk mengantisipasi kepadatan terjadi, pihaknya mengimbau agar wisatawan tidak terlalu lama berada di kawasan wisata.

"Kami mengimbau supaya tidak terlalu lama berada di objek wisata dan segera kembali," ucap Wirdhanto, Jumat, (6/5/2022).

Untuk mencegah membeludaknya wisatawan di kawasan-kawasan wisata, petugas memberlakukan sistem buka-tutup. Seperti halnya yang dilakukan di objek wisata Cipanas.

Wirdhanto mengatakan strategi tersebut akan dilakukan jika pengunjung tempat wisata melebihi kapasitas, serta kendaraan yang parkir di sana menunggu arus lalu lintas.

"Apabila pengunjung sudah melebihi kapasitas yang telah ditentukan dan parkir di objek wisata sudah mengganggu arus lalu lintas di jalan utama akan diberlakukan penutupan objek wisata," ungkap Wirdhanto.

Sementara itu, pihak pemda Garut memprediksi puncak kepadatan wisata di Kabupaten Garut akan terjadi pada Jumat hari ini dan Sabtu besok.



Simak Video "Cikancung Bandung Banjir, Bikin Banyak Motor Mogok"
[Gambas:Video 20detik]
(orb/ors)