Round-Up

Pria Sukabumi Penginjak Al-Qur'an Panen Kecaman

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 05 Mei 2022 21:06 WIB
Memasuki 10 hari terakhir bulan suci ramadan, banyak orang berlomba-lomba mengejar pahala. Salah satunya kala ia menyambut Nuzulul Quran. Inilah potretnya. 

Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran dalam menyempurnakan ajaran Islam sebagai petunjuk umat manusia. Momen ini diperingati saat memasuki hari ke -17 Bulan Suci Ramadan.
Ilustrasi Al-Qur'an (Pradita Utama/detikcom)
Sukabumi -

Aksi seorang pria yang menantang umat Islam hingga menginjak Al-Qur'an tuai kecaman dari berbagai pihak. Pria yang mengaku bernama Dika Eka itu dengan berani mengunggah video dirinya ke media sosial Facebook hingga viral dan jadi perbincangan.

"Saya atas nama Dika Eka dengan sadar, saya tantang semua yang beragama muslim," ucapnya dilanjut dengan membuka lembaran Al-Qur'an dan diinjak sekali.

Kecaman pertama datang dari orang nomor dua di Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rizhanul Ulum menegaskan tindakan pria tersebut merupakan aksi konyol. Hal itu juga berpotensi memecah belah persatuan bangsa.


"Sekarang ada lagi yang menghina kitab suci. Saya berharap masyarakat ataupun siapa pun, tolong hentikan ihanah (penghinaan) terhadap simbol keagamaan, apalagi kitab suci yang dihargai seluruh umat beragama, karena tidak ada manfaatnya, buat apa?," kata Uu dalam keterangannya, Kamis (5/5/2022).

Dia mengatakan kasus penistaan agama itu perlu mendapat tindakan tegas dari pihak berwajib dan tokoh masyarakat setempat. "Menghina agama, selain dosa, juga dapat hukuman dari aparat, juga dari masyarakat, akan dihukum secara sosial dan lainnya," ujarnya.

Senada dengan Uu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan hal serupa. Dia sangat menyayangkan sekaligus mengecam aksi tersebut terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

"Tentunya kita semua mengecam aksi yang dilakukan oleh pelaku. Menyayangkan peristiwa ini sampai terjadi, apalagi di saat kaum Islam sedang bersukacita di hari kemenangan pasca-Ramadan," kata Kang Fahmi, sapaan akrabnya, dalam pesan singkat kepada detikJabar.

Sementara itu, segelintir muslim di Kota Sukabumi dan Cianjur bereaksi atas tindakan tersebut. Warga Cianjur mendatangi kediaman DE di Cipanas.

"Kami datang ke tempat tinggal pelaku di Cipanas karena awalnya terindikasi pelaku ada di sini. Tapi ternyata hanya ada mertuanya, pelaku sudah pulang ke Sukabumi," ungkap Panglima Laskar Cianjur Asep Kunfayakun.

Sedangkan warga Sukabumi mendatangi Polres Sukabumi Kota untuk mengawal proses hukum. "Kita ke sini untuk kawal sampai ke pengadilan, insyaallah," ujar Ketua Laskar Fii Sabilillah Abi Khalil.

Dia menilai aksi itu bejat, padahal yang bersangkutan masih beragama Islam pada kartu tanda penduduk (KTP). "Dia seorang muslim dan dia menginjak-injak Al-Qur'an sama saja dengan membangunkan kemarahan umat Islam, itu berbahaya sekali. Makanya Polres harus bergerak cepat supaya tidak terjadi konflik horizontal," paparnya.

Imbauan MUI Kota Sukabumi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi mengimbau agar warga tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.

"Untuk kaum Islam pada umumnya, saya sebagai Ketua MUI menyarankan untuk tenang, jangan terprovokasi dengan kejadian tersebut. Jangan terprovokasi, apalagi kita baru menyelesaikan Idul Fitri," kata Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi Apep Saefulloh saat dihubungi detikJabar.

Dia meminta masyarakat mempercayakan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada pihak kepolisian, termasuk lembaga fatwa MUI. Selain itu, Apep mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui persis video itu untuk tidak main hakim sendiri namun tetap waspada atas upaya pemecahan umat beragama.

Polres Sukabumi Kota pun turun tangan menyelidiki kasus tersebut. "Saat ini kami masih melakukan upaya langkah pendalaman akan kebenaran video tersebut," ujar Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Iptu Astuti Setyaningsih.

(bbn/yum)