Kisah Penari Api, Hadapi Risiko Demi Hibur Penonton

Anindyadevi Aurellia - detikJabar
Rabu, 04 Mei 2022 11:00 WIB
Penari api di Trans Studio Bandung.
Penari api di Trans Studio Bandung. (Foto: Anindyadevi Aurellia)
Bandung -

Sore itu Trans Studio Bandung melangsungkan pertunjukan di Amphitheatre. Kursi penonton nampak penuh, suara pertunjukkan menggema diiringi riuh penonton yang terpukau.

Mereka takjub akan atraksi penari dengan api yang membakar besi-besi berbentuk lingkaran. Semua tegang, menunggu sang penari melompat melewati lingkaran api.

Pria yang melakukan lompatan itu ialah Aji Rizki. Ia berhasil melewati lingkaran api dengan sempurna, ramai disambut dengan tepuk tangan penonton.


Sudah lima tahun lamanya ia menggeluti profesi ini. Rasa takut pun tak pernah menghampirinya lagi.

"Saya berasal dari Banten, tahun 2018 memutuskan untuk pindah kota dan bekerja sebagai full time dancer," ungkap Aji seusai tampil di 1001 Fantastic Journey Show, Selasa (3/5/2022).

Semasa bersekolah di bangku SMK, ia bergabung dengan salah satu komunitas olahraga ekstrem. Dari situlah ia tahu bahwa dirinya tertarik dengan akrobat dan tarian.

"Saya dulu ikut komunitas Parkour. Disitu saya belajar banyak teknik lompat dan salto. Sampai saya lulus SMK kemudian memutuskan untuk bergabung menjadi dancer," tuturnya.

Setelah kedua orangtuanya meninggal dunia, ia memutuskan untuk pindah ke kota Bandung seorang diri. Mengembangkan kecintaannya dengan atraksi-atraksi yang bisa menghibur penonton.

"Begitu awal masuk, kami langsung dilatih untuk melakukan atraksi seperti loncat, salto, koreografi menari. Semua itu kemudian dikombinasikan dengan atraksi api," jelas Aji.

Seolah tak sempat merasakan takut, tapi ia justru membanggakan aksinya. "Sekarang udah biasa, kalaupun ada insiden ya aman aja sih. Karena memang melakukannya senang dan ingin menghibur," ujarnya.

Sama halnya dengan Aji, salah seorang personil Fire Dancer lainnya juga dilatih atraksi api sejak awal bekerja. Juditha Naomi, gadis Bandung berusia ini baru bergabung lima bulan, namun telah lihai melakukan atraksi dengan besi dan api yang diputar di atas kepalanya.

"Saya suka menari sejak SMA, sampai akhirnya melihat ada lowongan untuk dancer. Begitu lulus SMA, sama dengan kang Aji, saya langsung daftar dan setelah diterima langsung dilatih akrobat dengan besi dan api," kenang Naomi.

Terjun ke dunia hiburan sebagai penari yang tampil di Trans Studio Bandung bukan hal yang mudah. Segala teknik coba dipelajari demi menghibur penonton. Insiden pun sudah dianggap biasa, mereka tak merasa terbebani atau khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Baru kemarin ini kami mengalami insiden. Saat latihan, saya terjatuh. Hoop (besi lingkaran yang dibakar) juga terjatuh. Saya luka-luka ringan karena kawat-kawat di hoop," terang Aji sambil menunjukkan luka-luka di lengannya.

Resiko yang dihadapi mulai dari adegan berbahaya hingga jadwal libur yang tak menentu coba dihadapi. Mereka tak meratapi waktu mudik atau berlibur dengan keluarga. Justru, mereka sangat bahagia dengan pekerjaannya.



Simak Video "Momen Anggota DPRD Garut Ngamuk, Gebrak Meja-Banting Mic saat Rapat"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/tya)