Nasib Mesin Parkir 'Warisan' Ridwan Kamil, Ada yang Jadi Jemuran

Nasib Mesin Parkir 'Warisan' Ridwan Kamil, Ada yang Jadi Jemuran

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 18 Apr 2022 06:00 WIB
Mesin parkir di Bandung.
Mesin parkir di Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Dishub Kota Bandung mengklaim mesin parkir yang berada di sejumlah jalan di Kota Bandung berfungsi. Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyentil aset Pemkot Bandung tersebut yang disebut terlantar.

DetikJabar mencoba mendatangi sejumlah jalan yang dipasang mesin parkir, Minggu (17/4/2022). Sejumlah mesin parkir di Jalan Cikapundung Barat berfungsi semua.

Namun, ada mesin parkir yang diapit gerobak PKL. Ada juga mesin parkir yang digunakan untuk menjemur pakaian.


Pemantauan diteruskan ke Jalan Braga. Mesin parkir di jalan tersebut juga berfungsi, tapi notabene pengguna sepeda motor masih melakukan transaksi langsung dengan juru parkir di jalan tersebut.

"Manual aja," kata salah seorang jukir ke pengendara yang tidak memilki e-money dan menyerahkan uang Rp 3 ribu.

Masih di Jalan Braga, selain ada yang bertransaksi langsung, ada juga pengendara yang nebeng e-money ke jukir. "Bayar langsung ke saya, langsung digesek pakai e-money saya, digesek di sini (ke tempat kartu)," kata Maman, salah seorang jukir.

Mesin parkir di Bandung.Mesin parkir di Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)

Maman menyebut, untuk pengendara mobil banyak yang sudah memilki e-money. Namun untuk pengendara motor biasanya nebeng e-money.

"Kalau mobil mah udah pasti pada pake e-money," terang Maman.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Rudi (24) mengatakan, karena tidak memilki e-money, ia harus nebeng bayar parkir ke petugas jukir.

"Kebetulan enggak punya, jadi nebeng bayar aja Rp 3 ribu, untuk satu jam," ujar Rudi.

Sebagaimana diketahui, Gubenur Ridwan Kamil menyentil Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana agar segera merampungkan persoalan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Salah satu yang ia sorot adalah dua mesin parkir yang seharusnya bisa segera difungsikan.

"Jadi barangnya sudah ada, ya tinggal masalah manajemen penggunaan. Dan, itu wilayahnya ada di Kota Bandung," kata pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

(wip/ors)