Lalai Berujung 2 Balita Tewas Tenggelam di Kolam Renang Villa di Lembang

Round-Up

Lalai Berujung 2 Balita Tewas Tenggelam di Kolam Renang Villa di Lembang

Whisnu Pradana - detikJabar
Senin, 04 Apr 2022 03:00 WIB
Dua bocah ditemukan tewas tenggelam di kolam renang sebuah villa Bandung Barat.
2 balita di Bandung Barat ditemukan tewas tenggelam di kolam renang sebuah villa di Lembang Bandung Barat (Foto: Istimewa).
Bandung Barat -

Naas menimpa Riri (3) dan Rafa (4), dua balita asal Kampung Cibeunying, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang ditemukan tewas tenggelam di kolam renang Villa Bellevue

Keduanya ditemukan tewas pada Sabtu (2/4/2022) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat ditemukan oleh kerabat korban, keduanya dalam posisi mengambang di kolam renang tersebut.

Lantas bagaimana dua balita itu bisa masuk ke area villa hingga berujung tewas tenggelam di kolam renang? Hal itu ternyata berkaitan dengan lengahnya pengawasan dari orang tua korban kala mereka bermain.


"Sebetulnya ke villa itu menanjak. Jadi sudah saya sampaikan kejadian ini ada faktor keteledoran semua pihak, baik orangtua maupun penjaga villa," ungkap Kepala Desa Cibodas Dindin Sukaya saat dihubungi detikJabar, Minggu (3/4/2022).

Lepas dari pengawasan orang tuanya, kedua bocah tersebut diduga masuk ke area villa saat penjaganya sedang menjalankan salat ashar, mengingat waktu kejadiannnya antara pukul 16.30 WIB sampai 17.00 WIB.

"Jadi saat itu penjaga villa sedang salat ashar. Kemungkinan pagar villa yang berbatasan dengan permukiman warga enggak terkunci, jadi mereka bisa masuk ke area kolam renang," ujar Dindin.

Dindin menyebut kedua korban diduga bermain di dekat area kolam renang sampai akhirnya tercebur dan ditemukan tewas oleh kerabat korban yang memang diminta mencari keduanya oleh ibu korban.

"Kemudian ditemukan oleh saudaranya dalam kondisi mengambang di kolam renang. Dari situ dilaporkan soal kejadian tersebut dan datang warga menolong," tutur Dindin.

Dindin mengatakan pihak keluarga korban menerima peristiwa nahas itu sebagai musibah dan insiden itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Alhamdulillah sudah selesai, kemarin sudah bermusyawarah dengan pihak keluarga dan menerima ini sebagai musibah," ucap Dindin.

Ia tak mau kejadian serupa terulang, untuk itu pihaknya sudah menyampaikan pada pengelola wisata, villa, serta penginapan di wilayah Desa Cibodas agar selalu mengawasi aktivitas tamu maupun warga sekitar.

"Saya sudah berkirim surat ke semua wisata dan penginapan agar lebih ketat lagi pengawasannya. Jangan sampai terulang ada korban lagi, kita juga tidak mau nanti dampaknya ke sektor pariwisata di Desa Cibodas," kata Dindin.

Kedua korban tewas sudah dimakamkan namun pada waktu yang tak berbarengan. Riri dimakamkan gmterlebih dahulu kemudian disusul Rafa yang dimakamkan sehari berselang.

(mso/mso)