Gembiranya Legenda Balap Indonesia Diberi Tiket MotoGP oleh RK

Gembiranya Legenda Balap Indonesia Diberi Tiket MotoGP oleh RK

Muhammad Iqbal - detikJabar
Rabu, 16 Mar 2022 19:45 WIB
Legenda balap Indonesia Tjetjep Euwjong Herjana.
Legenda balap Indonesia Tjetjep Euwjong Herjana. (Foto: Muhammad Iqbal/detikJabar)
Cimahi -

Tjetjep Euwjong Herjana (83) hanya bisa tertegun ketika dirinya mendapatkan tiket menyaksikan langsung gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia tidak pernah menyangka mimpinya menjadi kenyataan.

Tiket atas nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut diserahkan langsung Asisten Daerah 1 Jawa Barat Dewi Sartika di Panti Wreda Karitas, Kota Cimahi, Rabu (16/3/2022). Tjejep tidak sendiri, ia akan didampingi anak pertama dan cucunya ketika berada di NTB nanti.

"Ya, bangga lah, terima kasih banyak. Saya umur 83, dikasih tiket nonton kejuaraan dunia di sirkuit Indonesia yang paling bagus, ya pasti senang," ungkap Tjetjep kepada detikJabar.


Tjejep merupakan legenda balap motor Indonesia. Pria kelahiran Bandung, 26 Maret 1939 itu mulai berkarir di tahun 1954 hingga 1974. Dirinya punya reputasi internasional. Yang paling memukau adalah naik podium pertama pada Grand Prix Macau di tahun 1970.

"Biasa-biasa saja, hanya sekitaran Indonesia dan di Asia Tenggara," ucapnya sembari merendah saat ditanyai prestasinya.

Namun, kecelakaan berat menimpanya ketika melaju di Sirkuit Shah Alam atau Sirkuit Batu Tiga, Malaysia, pada 1974. Dirinya mengalami cedera serius bahkan tubuhnya hanya bisa dibawa helikopter agar mengurangi risiko cedera lebih parah.

Dirinya pun tidak bisa berjalan akibat dari kecelakaan itu. Semenjak itu, dirinya angkat helm dan memutuskan pensiun menjadi seorang pembalap.

"Tahun 1974 di Kuala Lumpur, kecelakaan di sirkuit. 74 gantung helm," tuturnya.

Di usia 35 tahun, ia harus mengalami nasib yang amat berat bagi seorang pembalap. Puluhan kali dirinya pun harus menjalani operasi dan perawatan ke rumah sakit, tanpa bantuan dari pemerintah maupun tim balapnya ketika itu.

Legenda balap Indonesia Tjetjep Euwjong Herjana saat menerima tiket MotoGP Mandalika.Legenda balap Indonesia Tjetjep Euwjong Herjana saat menerima tiket MotoGP Mandalika. (Foto: Muhammad Iqbal/detikJabar)

Kini, Tjejep hanya bisa duduk pada sebuah kursi roda dengan kaki kanan yang tidak bisa ditekuk. Sebagian kaki hingga pinggul Tjetjep sudah diganti dengan besi.

"Udah enggak bisa ditekuk, besi semua," ungkapnya.

Meski pensiun, ia tidak pernah menyurutkan ambisinya terhadap dunia balap. Di masa tuanya, ia sering kali memberikan wejangan kepada pembalap muda.

"Kalau sebelum pandemi saya sering tuh diajak sama kawan dari Ikatan Motor Besar Indonesia buat ketemu pembalap muda, cuman kalau sekarang udah jarang karena kan pandemi," katanya.

Di sisi lain, ia akan berangkat pada esok hari ke Jakarta dan kemudian akan terbang menuju NTB pada Jumat (18/3). Tiket yang ia dapat yakni tiket Royal Box VIP.

Selain itu, rupanya Tjetjep selalu mengikuti perkembangan dunia balap, baik Indonesia maupun internasional. Saat mendengar akan dibangun sirkuit internasional di Indonesia, dirinya sangat antusias dan bangga.

Ia pun selalu berharap dalam doa dapat diberi umur panjang untuk menyaksikan balapan kejuaraan dunia di sana. Dan, kini mimpinya pun terwujud.

"Syukur, opa dapat kesempatan hadiah istimewa. Di usia tua, pas mendekati hari ulang tahunnya juga dapat tiket nonton di Mandalika," ungkap sang anak pertama, Grace Giovanni Herjana.



Simak Video "Saat Pebalap MotoGP Quartararo Belanja Kartu Perdana di Mandalika"
[Gambas:Video 20detik]
(orb/bbn)