Kabupaten Cianjur

Kondisi Pendaki Depok Sebelum Tewas Misterius di Gunung Gede

Ismet Selamet - detikJabar
Selasa, 15 Mar 2022 12:48 WIB
Pintu masuk Gunung Gede Pangrango via Cibodas.
Pintu masuk Gunung Gede Pangrango via Cibodas. (Foto: Ismet Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Doni (45), pendaki asal Depok, Jawa Barat, meninggal dunia di kawasan Puncak Gunung Gede Pangrango, Sabtu (12/3/2022) sore. Pendaki ini diketahui melakukan pendakian tanpa menginap atau one day trip.

"Pendaki yang meninggal bersama rombongannya melakukan pendakian tanpa menginap. Naik pagi dan turun di pagi hari," ujar Kepala Bidang I PTN Wilayah I Cianjur Balai Besar TNGGP Diah Qurani, Selasa (15/3/2022).

Dia menjelaskan, adanya pendaki yang meninggal itu diketahui setelah rombongannya turun dan sampai ke pintu masuk utama, tapi ternyata ada salah seorang anggota rombongan yang tertinggal.


Setelah dilakukan pencarian, pendaki tersebut ditemukan sudah tergeletak dengan kondisi sudah meninggal dunia.

"Ditemukan meninggal dunia di jalur turun, sekitar 15 menit dari puncak," kata dia.

Ia mengaku belum bisa memastikan penyebab kematian pendaki asal Depok itu. Namun dia memastikan para pendaki tersebut sebelumnya telah melakukan prosedur yang berlaku dalam pendakian, mulai dari cek kesehatan dan sebagainya.

"Penyebab meninggalnya belum dipastikan, apakah karena serangan jantung atau faktor lainnya. Sebelumnya pendaki juga sehat, tidak ada gejala apapun," katanya.

Di sisi lain, Volunteer Gunung Gede Pangrango Ahmad Zaini, menjelaskan one day trip memang menjadi hal lumrah saat ini. Namun, biasanya hanya dilakukan praktisi olahraga dan pendaki berpengalaman.

Menurutnya, jika yang tidak biasa mendaki atau berolahraga tapi melakukan one day trip, kemungkinan akan kelelahan dan mengalami berbagai hal. Apalagi ditambah kondisi cuaca saat ini yang buruk.

"One day trip di tengah cuaca ekstrem cukup berbaya. Idealnya menginap, agar tubuh bisa beristirahat cukup. Apalagi cuaca buruk, jadi rentan sakit atau kelelahan. Tapi untuk pendaki yang meninggal belum dipastikan penyebabnya," pungkasnya.



Simak Video "155 Orang di Tasikmalaya Keracunan Makanan Hajatan"
[Gambas:Video 20detik]
(ors/bbn)