Kak Seto: Melindungi Anak Butuh Orang Sekampung

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Sabtu, 12 Mar 2022 05:00 WIB
Seto Mulyadi
Ketua Umum LPAI Seto Mulyadi (Foto: 20detik)
Majalengka -

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto menyebut bahwa kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Barat berada di urutan paling tertinggi di Indonesia.

"Saya pernah menjadi penguji doktor di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Waktu itu juga mendapatkan data bahwa kekerasan bullying di SD juga tertinggi, bahkan sudah mulai ke TK," kata Kak Seto saat melantik pengurus LPAI Majalengka, Jumat (11/3/2022).

Dijelaskan dia, tindakan bullying juga tanpa disadari bisa memicu kearah berbagai tindak kekerasan yang lain. "Jadi kadang-kadang paradigma keliru seolah-olah kekerasan itu wajar, normal. Bahkan mendidik dengan cara kekerasan juga diwajarkan. Jadi mohon ini diubah," ujar dia.


Dengan itu, ia mendesak seluruh daerah di Indonesia agar membuat Satgas perlindungan anak dimulai dari tingkatan RT dan RW. Adanya satgas tersebut ia meyakini bisa menekan tindakan kekerasan terhadap anak.

"Ini banyak menekan kasus. Karena kadang-kadang 'ah itu tugas polisi, ah itu tugas pemerintah.' nggak, warga masyarakat," ucapnya.

Ia menyebut jika seseorang melihat ada tindakan kekerasan pada anak, tetapi diabaikan. Maka pihak tersebut dapat diancam hukuman penjara.

"Jadi diingatkan bahwa ada pasal, siapapun yang mengetahui ada kekerasan terhadap anak, diam saja, tidak berusaha menolong, itu sanksi pidananya lima tahun penjara. Jadi mohon tidak dibiarkan. Melindungi anak itu butuh orang sekampung," sambungnya.



Simak Video "155 Orang di Tasikmalaya Keracunan Makanan Hajatan"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/bbn)