BPOM Temukan Produk Kopi di Bandung Mengandung Paracetamol

Sudirman Wamad - detikJabar
Sabtu, 05 Mar 2022 16:24 WIB
Cup of coffee fell on carpet. Stain is on floor.
Ilustrasi kopi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Mukhina1)
Bandung -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan produk kopi ilegal yang diduga mengandung sildenafil dan paracetamol di Kota Bandung dan Bogor, Jabar. Kopi ini berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, sejatinya bahan kimia seperti paracetamol dan sildenafil digunakan untuk produksi obat. Jika digunakan tidak sesuai aturan pakai, bahan kimia tersebut dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping membahayakan kesehatan.

"Penggunaan bahan kimia obat paracetamol dan sildenafil secara tidak tepat dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat, bahkan sampai menimbulkan kematian," kata Penny dalam siaran persnya, Sabtu (5/3/2022).


Penemuan kopi ilegal yang mengandung paracetamol dan sildenafil itu merupakan hasil dari operasi gabungan yang dilakukan Kedeputian Bidang Penindakan BPOM bersama dengan Balai Besar POM di Bandung, dan Loka POM di Kabupaten Bogor. Operasi tersebut merupakan hasil tindak lanjut laporan warga.

BPOM menemukan produk 36 jenis atau 18.212 pis obat tradisional mengandung kimia obat. Lima kilogram bahan baku obat ilegal yang mengandung paracetamol dan sildenafil. Kemudian, lima kilogram bahan campuran setengah jadi, dan barang bukti lainnya.

"Bahan kimia obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti paracetamol dan sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat," kata Penny.

Lebih lanjut, Penny mengatakan paracetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah, dan jika digunakan secara terus-menerus dapat menimbulkan efek yang lebih fatal seperti kerusakan pada hati dan ginjal.

Sedangkan sildenafil dapat menimbulkan efek samping mulai dari yang ringan seperti mual, diare, kemerahan pada kulit, hingga reaksi yang lebih serius seperti kejang, denyut jantung tidak teratur, pandangan kabur atau buta mendadak, bahkan dapat menimbulkan kematian.

"Nilai keekonomian barang bukti ini diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar rupiah," kata Penny.

BPOM menindaklanjuti temuan tersebut ke ranah hukum. Hasil temuan itu mengarah kepada dua orang pelaku.



Simak Video "Cikancung Bandung Banjir, Bikin Banyak Motor Mogok"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/orb)