Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanya (bisa) memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikutinya dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih tanpa melihat-Nya. Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Inn± na¥nu nu¥yil-maut± wa naktubu m± qaddamµ wa ±£±rahum, wa kulla syai'in a¥¡ain±hu f³ im±mim mub³n(in).
Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami menguatkan dengan (utusan) yang ketiga. Maka, ketiga (utusan itu) berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.”
Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami. (Allah) Yang Maha Pengasih tidak (pernah) menurunkan sesuatu apa pun. Kamu hanyalah berdusta.”
Mereka (penduduk negeri) menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karenamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
Mereka (para rasul) berkata, “Kemalangan kamu itu (akibat perbuatan) kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan, (lalu kamu menjadi malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
Mengapa aku (harus) mengambil sembahan-sembahan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
Alam yarau kam ahlakn± qablahum minal-qurµni annahum ilaihim l± yarji‘µn(a).
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan? Mereka (setelah binasa) tidak ada yang kembali kepada mereka (di dunia).
Wa ±yatul lahumul-ar«ul-maitah(tu), a¥yain±h± wa akhrajn± minh± ¥abban faminhu ya'kulµn(a).
Suatu tanda (kekuasaan-Nya) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus lalu) Kami menghidupkannya dan mengeluarkan darinya biji-bijian kemudian dari (biji-bijian) itu mereka makan.
Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Suatu tanda juga (atas kekuasaan Allah) bagi mereka adalah malam. Kami pisahkan siang dari (malam) itu. Maka, seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan.
(Suatu tanda juga atas kekuasaan Allah bagi mereka adalah) matahari yang berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.
(Begitu juga) bulan, Kami tetapkan bagi(-nya) tempat-tempat peredaran sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir,) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
Ketika dikatakan kepada mereka, “Takutlah kamu akan (siksa) yang ada di hadapanmu (di dunia) dan azab yang ada di belakangmu (akhirat) agar kamu mendapat rahmat,” (maka mereka berpaling).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu,” orang-orang yang kufur itu berkata kepada orang-orang yang beriman, “Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki, Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”
Mereka berkata, “Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” (Lalu, dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah para rasul(-Nya).”
Bukankah Aku telah berpesan kepadamu dengan sungguh-sungguh, wahai anak cucu Adam, bahwa janganlah kamu menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kamu.
Al-yauma nakhtimu ‘al± afw±hihim wa tukallimun± aid³him wa tasyhadu arjuluhum bim± k±nµ yaksibµn(a).
Pada hari ini Kami membungkam mulut mereka. Tangan merekalah yang berkata kepada Kami dan kaki merekalah yang akan bersaksi terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
Wa lau nasy±'u la¯amasn± ‘al± a‘yunihim fastabaqu¡-¡ir±¯a fa ann± yub¡irµn(a).
Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan menghapus penglihatan (membutakan) mereka sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan (selamat). Maka, bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
Wa lau nasy±'u lamasakhn±hum ‘al± mak±natihim famasta¯±‘µ mu«iyyaw wa l± yarji‘µn(a).
Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan mengubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup meneruskan perjalanan dan juga tidak sanggup pulang kembali.
Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Nabi Muhammad) dan (bersyair) itu tidaklah pantas baginya. (Wahyu yang Kami turunkan kepadanya) itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Al-Qur’an yang jelas
agar dia (Nabi Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir itu menjadi pasti.
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka hewan-hewan ternak dari ciptaan tangan Kami (sendiri), lalu mereka menjadi pemiliknya?
Fal± ya¥zunka qauluhum, inn± na‘lamu m± yusirrµna wa m± yu‘linµn(a).
Maka, jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Nabi Muhammad) bersedih hati. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
Wa «araba lan± ma£alaw wa nasiya khalqah(µ), q±la may yu¥yil-‘i§±ma wa hiya ram³m(un).
Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, “Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”
Bukankah Zat yang menciptakan langit dan bumi mampu menciptakan manusia yang serupa mereka itu (di akhirat kelak)? Benar. Dialah yang Maha Banyak Mencipta lagi Maha Mengetahui.
Asbabun nuzul surat Yasin berkaitan dengan azab Allah SWT pada kaum Quraisy yang menentang dan menyiksa Rasulullah SAW. "Bahwa ketika Rasulullah SAW membaca surat As-Sajdah dengan nyaring, orang-orang Quraisy merasa terganggu.
Orang-orang kafir ini memandang Rasulullah SAW sebagai yatim yang dipelihara Abu Thalib. Karena itulah Nabi bersedih hati karena kaum-kaumnya menolak tugas yang beliau jalankan. Akhirnya Allah SWT menurunkan Surat Yasin untuk mengeluarkan bantahan kepada orang-orang kafir itu.
Isi Kandungan Surat Yasin
Tanda-tanda Kebesaran Allah SWT
Surat Yasin didalamnya mengungkapkan apa saja tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Al-Qur'an murni berisi sabda Allah SWT bukan perkataan Nabi Muhammad
Peringatan untuk Umat Islam
Peringatan untuk umat Islam yang takut kepada Allah SWT juga dijelaskan dalam surat Yasin. Selain itu isi kandungan surat Yasin juga menggambarkan tentang kuasa Allah yang bisa membangkitkan manusia di hari kiamat.
Pelajaran dari Kisah Penduduk Makkah
Kisah penduduk sebuah kota yang dijadikan pelajaran bagi penduduk Makkah yang menjelaskan tentang kemalangan mereka ketika mengabaikan perintah untuk menyembah Allah SWT
Hadist Keutamaan Membaca Surat Yasin
Seperti 10 Kali Baca Al Quran
Berdasarkan riwayat At-Tirmidzi dan ad-Darimi, dari hadits Anas, "Sesungguhnya segala sesuatu itu memiliki jantung, dan jantung Al Qur'an adalah surat Yasin. Barang siapa membaca surat Yasin maka Allah Ta'ala akan mencatat pahala untuknya seolah-olah dia membaca Al Qur'an sepuluh kali."
Jantungnya Al Quran
Diriwayatkan Abu Dawud, an-Nasa'i, Ibnu Hibban, dan yang lainnya dari hadits Mi'qal bin Yasar, "Surat Yasin adalah jantung Al Qur'an.
Tidaklah seseorang membacanya dengan mengharap ridha Allah Ta'ala dan kampung akhirat, kecuali Allah Ta'ala mengampuni dosanya. Bacalah surat Yasin untuk orang-orang yang mati di antara kalian."
Diampuni Dosanya
Ad-Darimi dan ath-Thabrani meriwayatkan dari hadits Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda "Barangsiapa membaca surat Yasin pada suatu malam karena mencari keridhaan Allah Ta'ala maka Allah akan mengampuninya."
Meringankan Siksa Kubur
Membaca surat Yasin juga bisa meringankan siksa kubur bagi orang yang telah meninggal.
Barangsiapa yang mendatangi makam lalu membaca surat Yasin, maka pada hari itu Allah meringankan siksaan mereka, dan bagi yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah penghuni kubur di makam itu.
Dibacakan Saat Sakaratul Maut
Surat Yasin disunnahkan untuk dibaca kepada orang yang hendak meninggal dunia. Ma'qil bin Yassar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
Al-Baqarah adalah punuknya Al Qur'an dan ayat (ini) dikeluarkan dari bawah arsy, yaitu: اللهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَالْحَىُّ الْقَيُّومُ Sedangkan surat Yasin adalah inti dari Al Qur'an. Tidaklah seseorang yang membacanya dengan niat menginginkan Allah dan akhirat melainkan ia akan diampuni. Bacakanlah ia pada orang-orang yang hendak meninggal di antara kalian. (HR. Ahmad).
Mati Syahid
Membaca surat Yasin secara rutin memiliki keutamaan bahwa orang tersebut akan meninggal dengan mati syahid.