Terakhir Dibaca
وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
١
Wa¡-¡±ff±ti ¡aff±(n).
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf, (untuk beribadah kepada Allah),
Terakhir Dibaca
فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ
٢
Faz-z±jir±ti zajr±(n).
demi (rombongan malaikat) yang mencegah (segala sesuatu) dengan sungguh-sungguh,
Terakhir Dibaca
فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ
٣
Fat-t±liy±ti ©ikr±(n).
demi (rombongan malaikat) yang membacakan peringatan,
Terakhir Dibaca
اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ
٤
Inna il±hakum law±¥id(un).
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
Terakhir Dibaca
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ
٥
Rabbus-sam±w±ti wal-ar«i wa m± bainahum± wa rabbul-masy±riq(i).
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
Terakhir Dibaca
اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ
٦
Inn± zayyannas-sam±'ad-dun-y± biz³natinil-kaw±kib(i).
Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan (berupa) bintang-bintang.
Terakhir Dibaca
وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ
٧
Wa ¥if§am min kulli syai¯±nim m±rid(in).
(Kami telah menjaganya dengan) penjagaan yang sempurna dari setiap setan yang durhaka.
Terakhir Dibaca
لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ
٨
L± yassamm±‘µna ilal-mala'il-a‘l± wa yuq©afµna min kulli j±nib(in).
Mereka (setan-setan) tidak dapat mendengar (percakapan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru
Terakhir Dibaca
دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ
٩
Du¥µraw wa lahum ‘a©±buw w±¡ib(un).
untuk mengusir mereka. Bagi mereka azab yang kekal (di akhirat),
Terakhir Dibaca
اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
١٠
Ill± man kha¯ifal-kha¯fata fa'atba‘ahµ syih±bun £±qib(un).
kecuali (setan) yang menyambar pembicaraan dengan sekali sambar; maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
Terakhir Dibaca
فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ
١١
Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqn±, inn± khalaqn±hum min ¯³nil l±zib(in).
Maka, tanyakanlah kepada mereka (musyrik Makkah), “Apakah mereka (manusia) lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya (langit, bumi, dan lainnya) yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan (bapak) mereka (Adam) dari tanah liat.
Terakhir Dibaca
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ
١٢
Bal ‘ajibta wa yaskharµn(a).
Bahkan, engkau (Nabi Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka selalu menghinamu.
Terakhir Dibaca
وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ
١٣
Wa i©± ©ukkirµ l± ya©kurµn(a).
Apabila diberi peringatan, mereka tidak mengingat (mengindahkannya).
Terakhir Dibaca
وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ
١٤
Wa i©± ra'au ±yatay yastaskhirµn(a).
Apabila melihat suatu tanda (kebesaran Allah atau kebenaran Nabi Muhammad), mereka sangat menghina.
Terakhir Dibaca
وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ
١٥
Wa q±lµ in h±©± ill± si¥rum mub³n(un).
Mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
Terakhir Dibaca
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
١٦
A'i©± mitn± wa kunn± tur±baw wa ‘i§±man a'inn± lamab‘µ£µn(a).
Apabila kami telah mati, (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?
Terakhir Dibaca
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ
١٧
Awa ±b±'unal-awwalµn(a).
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
Terakhir Dibaca
قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دٰخِرُوْنَۚ
١٨
Qul na‘am wa antum d±khirµn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya (kamu akan dibangkitkan) dan kamu akan terhina.”
Terakhir Dibaca
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ
١٩
Fa'innam± hiya zajratuw w±¥idatun fa'i©± hum yan§urµn(a).
Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan (tiupan sangkakala kedua). Maka, seketika itu mereka (bangun dari kematiannya) melihat (apa yang terjadi).
Terakhir Dibaca
وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ
٢٠
Wa q±lµ y± wailan± h±©± yaumud-d³n(i).
Mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari Pembalasan itu.”
Terakhir Dibaca
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ࣖ
٢١
H±©± yaumul-fa¡lil-la©³ kuntum bih³ tuka©©ibµn(a).
Inilah hari keputusan yang dahulu (selalu) kamu dustakan.
Terakhir Dibaca
اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ
٢٢
U¥syurul-la©³na §alamµ wa azw±jahum wa m± k±nµ ya‘budµn(a).
(Lalu, diperintahkan kepada para malaikat,) “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah
Terakhir Dibaca
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ
٢٣
Min dµnill±hi fahdµhum il± ¡ir±¯il-ja¥³m(i).
selain Allah. Lalu, tunjukkanlah kepada mereka jalan ke (neraka) Jahim.
Terakhir Dibaca
وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ
٢٤
Waqifµhum innahum mas'µlµn(a).
Tahanlah mereka (di tempat perhentian). Sesungguhnya mereka akan ditanya (tentang keyakinan dan perilaku mereka).”
Terakhir Dibaca
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ
٢٥
M± lakum l± tan±¡arµn(a).
(Mereka lalu dikecam,) “Mengapa kamu tidak tolong-menolong (sebagaimana kamu di dunia)?”
Terakhir Dibaca
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ
٢٦
Bal humul-yauma mustaslimµn(a).
Bahkan, mereka pada hari itu menyerah (kepada putusan Allah).
Terakhir Dibaca
وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
٢٧
Wa aqbala ba‘«uhum ‘al± ba‘«iy yatas±'alµn(a).
Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya (berbantah-bantahan).
Terakhir Dibaca
قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ
٢٨
Q±lµ innakum kuntum ta'tµnan± ‘anil-yam³n(i).
(Pengikut) mereka berkata (kepada pemimpinnya), “Sesungguhnya kamulah yang dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan (untuk menghalangi kami dari kebajikan).”
Terakhir Dibaca
قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ
٢٩
Q±lµ bal lam takµnµ mu'min³n(a).
(Pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak,) bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin.
Terakhir Dibaca
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ
٣٠
Wa m± k±na lan± ‘alaikum min sul¯±n(in), bal kuntum qauman ¯±g³n(a).
(Sebenarnya,) kami sedikit pun tidak berkuasa terhadapmu (untuk menghalang-halangimu), bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.
Terakhir Dibaca
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ
٣١
Fa ¥aqqa ‘alain± qaulu rabbin±, inn± la©±'iqµn(a).
Maka, putusan (azab) Tuhan (akan) benar-benar menimpa kita. Pasti kita akan merasakan (azab itu).
Terakhir Dibaca
فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ
٣٢
Fa agwain±kum inn± kunn± g±w³n(a).
Kami (mengakui) telah menyesatkan kamu. Sesungguhnya kami sendiri orang-orang yang sesat.”
Terakhir Dibaca
فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ
٣٣
Fa innahum yauma'i©in fil-‘a©±bi musytarikµn(a).
Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
Terakhir Dibaca
اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ
٣٤
Inn± ka©±lika naf‘alu bil-mujrim³n(a).
Sesungguhnya demikianlah Kami memperlakukan orang-orang yang berbuat dosa.
Terakhir Dibaca
اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ
٣٥
Innahum k±nµ i©± q³la lahum l± il±ha illall±hu yastakbirµn(a).
Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Lā ilāha illallāh” (Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah), mereka menyombongkan diri.
Terakhir Dibaca
وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ
٣٦
Wa yaqµlµna a'inn± lat±rikµ ±lihatin± lisy±‘irim majnµn(in).
Mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
Terakhir Dibaca
بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
٣٧
Bal j±'a bil-¥aqqi wa ¡addaqal-mursal³n(a).
Padahal dia (Nabi Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan para rasul (sebelumnya).
Terakhir Dibaca
اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ
٣٨
Innakum la©±'iqul-‘a©±bil-al³m(i).
Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
Terakhir Dibaca
وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
٣٩
Wa m± tujzauna ill± m± kuntum ta‘malµn(a).
Kamu tidak diberi balasan, kecuali terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
Terakhir Dibaca
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
٤٠
Ill± ‘ib±dall±hil-mukhla¡³n(a).
Akan tetapi, hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya),
Terakhir Dibaca
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
٤١
Ul±'ika lahum rizqum ma‘lµm(un).
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
Terakhir Dibaca
فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
٤٢
Faw±kihu wa hum mukramµn(a).
(yaitu) buah-buahan. Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan
Terakhir Dibaca
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ
٤٣
F³ jann±tin na‘³m(i).
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.
Terakhir Dibaca
عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
٤٤
‘Al± sururim mutaq±bil³n(a).
(Mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
Terakhir Dibaca
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ
٤٥
Yu¯±fu ‘alaihim bika'sim mim ma‘³n(in).
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi minuman) dari mata air (surga).
Terakhir Dibaca
بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ
٤٦
Bai«±'a la©©atil lisy-sy±rib³n(a).
(Warnanya) putih bersih dan lezat rasanya bagi orang-orang yang meminum(-nya).
Terakhir Dibaca
لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
٤٧
L± f³h± gauluw wa l± hum ‘anh± yunzafµn(a).
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang membahayakan dan mereka tidak mabuk karenanya.
Terakhir Dibaca
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ
٤٨
Wa ‘indahum q±¡ir±tu¯-¯arfi ‘³n(un).
Di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah dan membatasi pandangannya (dari selain pasangan mereka).
Terakhir Dibaca
كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
٤٩
Ka'annahunna bai«um maknµn(un).
(Warna kulit) mereka seperti (warna) telur yang tersimpan dengan baik.
Terakhir Dibaca
فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
٥٠
Fa'aqbala ba‘«uhum ‘al± ba‘«iy yatas±'alµn(a).
Mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
Terakhir Dibaca
قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ
٥١
Q±la q±'ilum minhum inn³ k±na l³ qar³n(un).
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman
Terakhir Dibaca
يَّقُوْلُ اَءِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
٥٢
Yaqµlu a'innaka laminal-mu¡addiq³n(a).
yang berkata, ‘Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari Kebangkitan)?
Terakhir Dibaca
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
٥٣
A'i©± mitn± wa kunn± tur±baw wa‘i§±man a'inn± lamad³nµn(a).
Apabila kami telah mati (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar (akan dibangkitkan untuk) diberi balasan?’”
Terakhir Dibaca
قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
٥٤
Q±la hal antum mu¯¯ali‘µn(a).
Dia berkata, “Maukah kamu menengok (temanku itu)?”
Terakhir Dibaca
فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ
٥٥
Fa¯¯ala‘a fa ra'±hu f³ saw±'il-ja¥³m(i).
Maka, dia menengoknya. Lalu, dia melihat (teman)-nya itu di tengah-tengah (neraka) Jahim.
Terakhir Dibaca
قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ
٥٦
Q±la tall±hi in kitta laturd³n(i).
Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku.
Terakhir Dibaca
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
٥٧
Wa lau l± ni‘matu rabb³ lakuntu minal-mu¥«ar³n(a).
Sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).
Terakhir Dibaca
اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ
٥٨
Afam± na¥nu bimayyit³n(a).
Apakah kita tidak akan mati,
Terakhir Dibaca
اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
٥٩
Ill± mautatanal-µl± wa m± na¥nu bimu‘a©©ab³n(a).
kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia) dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”
Terakhir Dibaca
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
٦٠
Inna h±©± lahuwal-fauzul-‘a§³m(u).
Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung.
Terakhir Dibaca
لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ
٦١
Limi£li h±©± falya‘malil-‘±milµn(a).
Untuk (kemenangan) seperti ini, hendaklah beramal (di dunia) orang-orang yang mampu beramal.
Terakhir Dibaca
اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
٦٢
A©±lika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqµm(i).
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqum?
Terakhir Dibaca
اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
٦٣
Inn± ja‘aln±h± fitnatal li§-§±lim³n(a).
Sesungguhnya Kami menjadikannya (pohon zaqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
Terakhir Dibaca
اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
٦٤
Innah± syajaratun takhruju f³ a¡lil-ja¥³m(i).
Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar (neraka) Jahim.
Terakhir Dibaca
طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
٦٥
°al‘uh± ka'annahµ ru'µsusy-syay±¯³n(i).
Mayangnya seperti kepala-kepala setan.
Terakhir Dibaca
فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ
٦٦
Fa innahum la'±kilµna minh± fa m±li'µna minhal-bu¯µn(a).
Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu) dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqum).
Terakhir Dibaca
ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ
٦٧
¤umma inna lahum ‘alaih± lasyaubam min ¥am³m(in).
(Setelah makan buah zaqum,) sesungguhnya bagi mereka minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
Terakhir Dibaca
ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ
٦٨
¤umma inna marji‘ahum la'ilal-ja¥³m(i).
Kemudian, tempat kembali mereka pasti ke (neraka) Jahim.
Terakhir Dibaca
اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ
٦٩
Innahum alfau ±b±'ahum «±ll³n(a).
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat.
Terakhir Dibaca
فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
٧٠
Fahum ‘al± ±£±rihim yuhra‘µn(a).
Mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
Terakhir Dibaca
وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ
٧١
Wa laqad «alla qablahum ak£arul-awwal³n(a).
Sungguh, sebelum mereka (kaum Quraisy), benar-benar telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu.
Terakhir Dibaca
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
٧٢
Wa laqad arsaln± f³him mun©ir³n(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
Terakhir Dibaca
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ
٧٣
Fan§ur kaifa k±na ‘±qibatul-mun©ar³n(a).
Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
Terakhir Dibaca
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ࣖ
٧٤
Ill± ‘ib±dall±hil-mukhla¡³n(a).
kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).
Terakhir Dibaca
وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ
٧٥
Wa laqad n±d±n± nµ¥un falani‘mal-muj³bµn(a).
Sungguh, Nuh benar-benar telah berdoa kepada Kami dan sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
Terakhir Dibaca
وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ
٧٦
Wa najjain±hu wa ahlahµ minal-karbil-‘a§³m(i).
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
Terakhir Dibaca
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبَاقِيْنَ
٧٧
Wa ja‘aln± ©urriyyatahµ humul-b±q³n(a).
Kami menjadikan keturunannya orang-orang yang bertahan (di bumi).
Terakhir Dibaca
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
٧٨
Wa tarakn± ‘alaihi fil-±khir³n(a).
Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
Terakhir Dibaca
سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
٧٩
Sal±mun ‘al± nµ¥in fil-‘±lam³n(a).
“Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di semesta alam.”
Terakhir Dibaca
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
٨٠
Inn± ka©±lika najzil-mu¥sin³n(a).
Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terakhir Dibaca
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
٨١
Innahµ min ‘ib±dinal-mu'min³n(a).
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
Terakhir Dibaca
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ
٨٢
¤umma agraqnal-±khar³n(a).
Kemudian, Kami menenggelamkan yang lain.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ
٨٣
Wa inna min sy³‘atih³ la'ibr±h³m(a).
Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).
Terakhir Dibaca
اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ
٨٤
I© j±'a rabbahµ biqalbin sal³m(in).
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ
٨٥
I© q±la li'ab³hi wa qaumih³ m±©± ta‘budµn(a).
ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah itu?
Terakhir Dibaca
اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ
٨٦
A'ifkan ±lihatan dµnall±hi tur³dµn(a).
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah?
Terakhir Dibaca
فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
٨٧
Fam± §annukum birabbil-‘±lam³n(a).
Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?”
Terakhir Dibaca
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ
٨٨
Fa na§ara na§ratan fin-nujµm(i).
Lalu, dia (Ibrahim) memandang sekilas ke arah bintang-bintang,
Terakhir Dibaca
فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ
٨٩
Fa q±la inn³ saq³m(un).
kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
Terakhir Dibaca
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
٩٠
Fa tawallau ‘anhu mudbir³n(a).
Mereka lalu berpaling darinya seraya meninggalkannya.
Terakhir Dibaca
فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ
٩١
Far±ga il± ±lihatihim faq±la al± ta'kulµn(a).
Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka (secara diam-diam), lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan?
Terakhir Dibaca
مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
٩٢
M± lakum l± tan¯iqµn(a).
Mengapa kamu tidak menjawab?”
Terakhir Dibaca
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ
٩٣
Far±ga ‘alaihim «arbam bil-yam³n(i).
Dia lalu menghadap ke (berhala-berhala) itu sambil memukul dengan tangan kanan(-nya).
Terakhir Dibaca
فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ
٩٤
Fa aqbalµ ilaihi yaziffµn(a).
Kemudian, mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
Terakhir Dibaca
قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ
٩٥
Q±la ata‘budµna m± tan¥itµn(a).
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
Terakhir Dibaca
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
٩٦
Wall±hu khalaqakum wa m± ta‘malµn(a).
Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.”
Terakhir Dibaca
قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ
٩٧
Q±lubnµ lahµ bun-y±nan fa'alqµhu fil-ja¥³m(i).
Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuk (membakar)-nya, lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
Terakhir Dibaca
فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ
٩٨
Fa ar±dµ bih³ kaidan faja‘aln±humul-asfal³n(a).
Mereka bermaksud memperdayainya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina.
Terakhir Dibaca
وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
٩٩
Wa q±la inn³ ©±hibun il± rabb³ sayahd³n(i).
Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi (menghadap) kepada Tuhanku. Dia akan memberiku petunjuk.”
Terakhir Dibaca
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
١٠٠
Rabbi hab l³ mina¡-¡±li¥³n(a).
(Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”
Terakhir Dibaca
فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ
١٠١
Fa basysyarn±hu bigul±min ¥al³m(in).
Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (Ismail) yang sangat santun.
Terakhir Dibaca
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
١٠٢
Falamm± balaga ma‘ahus-sa‘ya q±la y± bunayya inn³ ar± fil-man±mi ann³ a©ba¥uka fan§ur m±©± tar±, q±la y± abatif‘al m± tu'mar(u), satajidun³ in sy±'all±hu mina¡-¡±bir³n(a).
Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
Terakhir Dibaca
فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ
١٠٣
Falamm± aslam± wa tallahµ lil-jab³n(i).
Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah),
Terakhir Dibaca
وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ
١٠٤
Wa n±dain±hu ay y± ibr±h³m(u).
Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim,
Terakhir Dibaca
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
١٠٥
Qad ¡addaqtar-ru'y±, inn± ka©±lika najzil-mu¥sin³n(a).
sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terakhir Dibaca
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ
١٠٦
Inna h±©± lahuwal-bal±'ul-mub³n(u).
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Terakhir Dibaca
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
١٠٧
Wa fadain±hu bi©ib¥in ‘a§³m(in).
Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar.
Terakhir Dibaca
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
١٠٨
Wa tarakn± ‘alaihi fil-±khir³n(a).
Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
Terakhir Dibaca
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
١٠٩
Sal±mun ‘al± ibr±h³m(a).
“Salam sejahtera atas Ibrahim.”
Terakhir Dibaca
كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
١١٠
Ka©±lika najzil-mu¥sin³n(a).
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terakhir Dibaca
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
١١١
Innahµ min ‘ib±dinal-mu'min³n(a).
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
Terakhir Dibaca
وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
١١٢
Wa basysyarn±hu bi'is¥±qa nabiyyam mina¡-¡±li¥³n(a).
Kami telah memberinya kabar gembira tentang (akan dilahirkannya) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.
Terakhir Dibaca
وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ
١١٣
Wa b±rakn± ‘alaihi wa ‘al± is¥±q(a), wa min ©urriyyatihim± mu¥sinuw wa §±limul linafsih³ mub³n(un).
Kami melimpahkan keberkahan kepadanya dan Ishaq. Sebagian keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
Terakhir Dibaca
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ
١١٤
Wa laqad manann± ‘al± mµs± wa h±rµn(a).
Sungguh, Kami benar-benar telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
Terakhir Dibaca
وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ
١١٥
Wa najjain±hum± wa qaumahum± minal-karbil-‘a§³m(i).
Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.
Terakhir Dibaca
وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَۚ
١١٦
Wa na¡arn±hum fak±nµ humul-g±lib³n(a).
Kami telah menolong mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.
Terakhir Dibaca
وَاٰتَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ
١١٧
Wa ±tain±humal-kit±bal-mustab³n(a).
Kami telah menganugerahkan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas (Taurat).
Terakhir Dibaca
وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۚ
١١٨
Wa hadain±huma¡-¡ir±¯al-mustaq³m(a).
Kami telah membimbing keduanya ke jalan yang lurus.
Terakhir Dibaca
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
١١٩
Wa tarakn± ‘alaihim± fil-±khir³n(a).
Kami telah mengabadikan untuk keduanya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
Terakhir Dibaca
سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
١٢٠
Sal±mun ‘al± mµs± wa h±rµn(a).
“Salam sejahtera atas Musa dan Harun.”
Terakhir Dibaca
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
١٢١
Inn± ka©±lika najzil-mu¥sin³n(a).
Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terakhir Dibaca
اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
١٢٢
Innahum± min ‘ib±dinal-mu'min³n(a).
Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
١٢٣
Wa inna ily±sa laminal-mursal³n(a).
Sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَلَا تَتَّقُوْنَ
١٢٤
I© q±la liqaumih³ al± tattaqµn(a).
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Terakhir Dibaca
اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخٰلِقِيْنَۙ
١٢٥
Atad‘µna ba‘law wa ta©arµna a¥sanal-kh±liq³n(a).
Apakah kamu terus menyeru Ba‘l dan meninggalkan sebaik-baik pencipta,
Terakhir Dibaca
اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
١٢٦
All±ha rabbakum wa rabba ±b±'ikumul-awwal³n(a).
Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”
Terakhir Dibaca
فَكَذَّبُوْهُ فَاِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
١٢٧
Faka©©abµhu fa'innahum lamu¥«arµn(a).
Mereka kemudian mendustakannya (Ilyas). Sesungguhnya mereka akan diseret (ke neraka),
Terakhir Dibaca
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
١٢٨
Ill± ‘ib±dall±hil-mukhla¡³n(a).
kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).
Terakhir Dibaca
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ
١٢٩
Wa tarakn± ‘alaihi fil-±khir³n(a).
Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,
Terakhir Dibaca
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلْ يَاسِيْنَ
١٣٠
Sal±mun ‘al± ily±s³n(a).
“Salam sejahtera atas Ilyas dan kaumnya.”
Terakhir Dibaca
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
١٣١
Inn± ka©±lika najzil-mu¥sin³n(a).
Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Terakhir Dibaca
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
١٣٢
Innahµ min ‘ib±dinal-mu'min³n(a).
Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
١٣٣
Wa inna lµ¯al laminal-mursal³n(a).
Sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۙ
١٣٤
I© najjain±hu wa ahlahµ ajma‘³n(a).
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
Terakhir Dibaca
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ
١٣٥
Ill± ‘ajµzan fil-g±bir³n(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.
Terakhir Dibaca
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ
١٣٦
¤umma dammarnal-±khar³n(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
Terakhir Dibaca
وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ
١٣٧
Wa innakum latamurrµna ‘alaihim mu¡bi¥³n(a).
Sesungguhnya kamu (penduduk Makkah) benar-benar akan melintasi (bekas-bekas kehancuran) mereka pada waktu pagi
Terakhir Dibaca
وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ
١٣٨
Wa bil-lail(i), afal± ta‘qilµn(a).
dan waktu malam. Mengapa kamu tidak mengerti?
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
١٣٩
Wa inna yµnusa laminal-mursal³n(a).
Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul.
Terakhir Dibaca
اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
١٤٠
I© abaqa ilal-fulkil-masy¥µn(i).
(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan,
Terakhir Dibaca
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ
١٤١
Fa s±hama fak±na minal-mud¥a«³n(a).
kemudian dia ikut diundi, maka dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
Terakhir Dibaca
فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ
١٤٢
Faltaqamahul-¥µtu wa huwa mul³m(un).
Dia kemudian ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
Terakhir Dibaca
فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ
١٤٣
Falau l± annahµ k±na minal-musabbi¥³n(a).
Seandainya dia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah,
Terakhir Dibaca
لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ
١٤٤
Lalabi£a f³ ba¯nih³ il± yaumi yub‘a£µn(a).
niscaya dia akan tetap tinggal di perutnya (ikan) sampai hari Kebangkitan.
Terakhir Dibaca
فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ
١٤٥
Fa naba©n±hu bil-‘ar±'i wa huwa saq³m(un).
Kami kemudian melemparkannya (dari mulut ikan) ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
Terakhir Dibaca
وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ
١٤٦
Wa ambatn± ‘alaihi syajaratam miy yaq¯³n(in).
Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya.
Terakhir Dibaca
وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ
١٤٧
Wa arsaln±hu il± mi'ati alfin au yaz³dµn(a).
Kami mengutusnya kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
Terakhir Dibaca
فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
١٤٨
Fa'±manµ famatta‘n±hum il± ¥³n(in).
lalu mereka beriman. Maka, Kami menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
Terakhir Dibaca
فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ
١٤٩
Fastaftihim alirabbikal-ban±tu wa lahumul-banµn(a).
(Wahai Nabi Muhammad,) tanyalah mereka (orang-orang kafir Makkah), “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki
Terakhir Dibaca
اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شٰهِدُوْنَ
١٥٠
Am khalaqnal-mal±'ikata in±£aw wa hum sy±hidµn(a).
atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan(-nya)?”
Terakhir Dibaca
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ
١٥١
Al± innahum min ifkihim layaqµlµn(a).
Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka,
Terakhir Dibaca
وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ
١٥٢
Waladall±h(u), wa innahum lak±©ibµn(a).
“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.
Terakhir Dibaca
اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ
١٥٣
A¡¯afal-ban±ti ‘alal-ban³n(a).
Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
Terakhir Dibaca
مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
١٥٤
M± lakum, kaifa ta¥kumµn(a).
Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?
Terakhir Dibaca
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ
١٥٥
Afal± ta©akkarµn(a).
Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Terakhir Dibaca
اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ
١٥٦
Am lakum sul¯±num mub³n(un).
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
Terakhir Dibaca
فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
١٥٧
Fa'tµ bikit±bikum in kuntum ¡±diq³n(a).
(Kalau begitu,) bawalah kitabmu jika kamu orang-orang yang benar.
Terakhir Dibaca
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
١٥٨
Wa ja‘alµ bainahµ wa bainal-jinnati nasab±(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamu¥«arµn(a).
Mereka menjadikan (hubungan) nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka (kaum musyrik) pasti akan diseret (ke neraka),
Terakhir Dibaca
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ
١٥٩
Sub¥±nall±hi ‘amm± ya¡ifµn(a).
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
Terakhir Dibaca
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
١٦٠
Ill± ‘ib±dall±hil-mukhla¡³n(a).
kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).
Terakhir Dibaca
فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ
١٦١
Fa'innakum wa m± ta‘budµn(a).
Maka, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu
Terakhir Dibaca
مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفٰتِنِيْنَۙ
١٦٢
M± antum ‘alaihi bif±tin³n(a).
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
Terakhir Dibaca
اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ
١٦٣
Ill± man huwa ¡±lil-ja¥³m(i).
kecuali orang yang akan masuk ke (neraka) Jahim.
Terakhir Dibaca
وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ
١٦٤
Wa m± minn± ill± lahµ maq±mum ma‘lµm(un).
(Malaikat berkata,) “Tidak satu pun di antara kami, kecuali masing-masing mempunyai kedudukan tertentu.
Terakhir Dibaca
وَّاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ
١٦٥
Wa inn± lana¥nu¡-¡±ffµn(a).
Sesungguhnya kamilah yang selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
Terakhir Dibaca
وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ
١٦٦
Wa inn± lana¥nul-musabbi¥µn(a).
Sesungguhnya kamilah yang benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).”
Terakhir Dibaca
وَاِنْ كَانُوْا لَيَقُوْلُوْنَۙ
١٦٧
Wa in k±nµ layaqµlµn(a).
Sesungguhnya mereka (orang kafir Makkah) benar-benar berkata,
Terakhir Dibaca
لَوْ اَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
١٦٨
Lau anna ‘indan± ©ikram minal-awwal³n(a).
“Seandainya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang terdahulu,
Terakhir Dibaca
لَكُنَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
١٦٩
Lakunn± ‘ib±dall±hil-mukhla¡³n(a).
niscaya kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang terpilih.
Terakhir Dibaca
فَكَفَرُوْا بِهٖۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
١٧٠
Fa kafarµ bih(³), fasaufa ya‘lamµn(a).
Akan tetapi, ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur’an). Maka, kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
Terakhir Dibaca
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
١٧١
Wa laqad sabaqat kalimatun± li‘ib±dinal-mursal³n(a).
Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul.
Terakhir Dibaca
اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَۖ
١٧٢
Innahum lahumul-man¡µrµn(a).
Sesungguhnya merekalah yang pasti akan mendapat pertolongan,
Terakhir Dibaca
وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
١٧٣
Wa inna jundan± lahumul-g±libµn(a).
dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.
Terakhir Dibaca
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
١٧٤
Fatawalla ‘anhum ¥att± ¥³n(in).
Maka, berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu!
Terakhir Dibaca
وَّاَبْصِرْهُمْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
١٧٥
Wa ab¡irhum, fa saufa yub¡irµn(a).
Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).
Terakhir Dibaca
اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
١٧٦
Afabi‘a©±bin± yasta‘jilµn(a).
Maka, apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
Terakhir Dibaca
فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ
١٧٧
Fa i©± nazala bis±¥atihim fa s±'a ¡ab±¥ul-mun©ar³n(a).
Apabila turun (siksaan itu) di halaman mereka, sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu.
Terakhir Dibaca
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
١٧٨
Wa tawalla ‘anhum ¥att± ¥³n(in).
Berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu.
Terakhir Dibaca
وَّاَبْصِرْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
١٧٩
Wa ab¡ir, fasaufa yub¡irµn(a).
Lihatlah (mereka)! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).
Terakhir Dibaca
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ
١٨٠
Sub¥±na rabbika rabbil-‘izzati ‘amm± ya¡ifµn(a).
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan.
Terakhir Dibaca
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ
١٨١
Wa sal±mun ‘alal-mursal³n(a).
Selamat sejahtera bagi para rasul.
Terakhir Dibaca
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ
١٨٢
Wal-¥amdu lill±hi rabbil-‘±lam³n(a).
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Klik Jika Selesai Membaca
Ditandai sebagai terakhir dibaca
Qalqalah (Dibaca dengan memantulkan suara).
Iqlab (Tahan suara 2 harakat)Madd Wajib Muttasil (Panjangan suara 5 harakat).
Idgam Bigunah, Idgam Mimi, Gunnah (Tahan suara 2 harakat)Madd Lazim, Madd Farq (Panjangan suara 6 harakat).
Ikhfa, Ikhfa Syafawi (Tahan suara 2 harakat) Madd Jaiz Munfasil, Madd Arid Lissukun, Madd Lin (Panjangan suara 2,4,6 harakat).
Idgam Bilagunnah, Idgam Mutaqaribain, Idgam Mutajanisain, Idgam Mutamasilain (Dibaca lebur tanpa tahan suara).
Source by