Al-Qur'an tidak hanya berisi ajaran tentang keimanan dan ibadah. Di dalamnya juga terdapat berbagai kisah yang mengandung pelajaran bagi umat manusia.
Kisah tersebut tidak hanya menceritakan para nabi dan rasul, tetapi juga kaum yang membangkang, orang-orang saleh, hingga hewan yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan dakwah para nabi.
Beberapa di antaranya bahkan menjadi bagian penting dari sebuah peristiwa yang mengandung hikmah. Berikut tujuh hewan yang berkaitan dengan kisah para nabi:
1. Ikan Paus dalam Kisah Nabi Yunus AS
Ikan paus menjadi bagian dari kisah Nabi Yunus AS ketika beliau meninggalkan kaumnya setelah dakwahnya mendapat penolakan.
Dengan keputusasaan Nabi Yunus AS kemudian menaiki sebuah kapal. Dalam perjalanan, beliau mengalami hal tak terduga karena keadaan memburuk. Kapal hampir tenggelam sehingga harus ada salah satu penumpang yang dilemparkan ke laut dan diundilah nama yang akan dilemparkan ke laut, lalu yang keluar adalah nama Nabi Yunus.
Saat tubuhnya seakan tenggelam di Samudera, seekor ikan paus yang sangat besar menelannya. Ketika berada di dalam perut ikan paus, nabi Yunus banyak berdzikir dan berdoa kepada Allah:
لآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn (QS. Al Anbiya 87)
Artinya: "Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim."
Setelah 40 hari lamanya, Allah memerintahkan ikan paus untuk mengeluarkan Nabi Yunus ke sebuah daratan yang kering tandus. Di tempat tersebut, Nabi Yunus menemukan makanan sebagai karunia dari Allah SWT.
Atas kehendak Allah SWT, Nabi Yunus AS tetap hidup di dalam perut ikan tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu ujian yang dialami Nabi Yunus AS.
Dalam buku Islam On The Spot: Kumpulan Informasi Menarik Seputar Ajaran Islam karya Rian Hidayat dan Asiqin Zuhdi disebutkan ikan Nun sebagai penghuni laut berukuran sangat besar. Ikan tersebut disebut memiliki bobot lebih dari 150 ribu kilogram dengan panjang sekitar 30 meter.
Kisah Nabi Yunus AS bersama ikan tersebut juga menjadi pengingat tentang pentingnya memohon ampun dan kembali kepada Allah SWT.
2. Laba-laba dalam Kisah Nabi Muhammad SAW
Laba-laba juga dikenal dalam kisah hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah.
Saat kaum Quraisy mengejar Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA, keduanya bersembunyi di Gua Tsur.
Dalam kisah yang masyhur di kalangan umat Islam, seekor laba-laba membuat sarang di mulut gua. Keberadaan sarang tersebut membuat kaum Quraisy yang mengejar Rasulullah SAW tidak masuk ke dalam gua karena mengira tidak mungkin ada orang yang bersembunyi di sana.
Peristiwa tersebut kemudian dikenang sebagai salah satu kisah pertolongan Allah SWT kepada Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah.
3. Semut dalam Kisah Nabi Sulaiman AS
Nabi Sulaiman AS mendapat keistimewaan dari Allah SWT berupa kemampuan memahami bahasa hewan. Salah satu kisah yang berkaitan dengan mukjizat tersebut adalah peristiwa dengan kawanan semut.
Dalam Surah An-Naml, diceritakan Nabi Sulaiman AS bersama pasukannya melewati sebuah lembah yang dihuni kawanan semut.
Seekor semut kemudian memperingatkan semut lainnya agar segera masuk ke sarang. Ia khawatir kawanan semut tersebut akan terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman AS tanpa sengaja.
Mendengar perkataan semut itu, Nabi Sulaiman AS tersenyum dan memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepadanya.
Kisah tersebut menunjukkan salah satu keistimewaan Nabi Sulaiman AS sekaligus menjadi pengingat agar manusia bersyukur atas nikmat Allah SWT.
4. Burung Hud-hud dalam Kisah Nabi Sulaiman AS
Selain semut, ada burung hud-hud yang juga memiliki peran penting dalam kisah Nabi Sulaiman AS.
Kisah burung hud-hud tercantum dalam Surah An-Naml ayat 20-28. Saat memeriksa pasukannya, Nabi Sulaiman AS menyadari burung hud-hud tidak berada di tempat.
Burung tersebut kemudian datang dan membawa informasi tentang sebuah negeri yang dipimpin seorang perempuan. Ia juga menyampaikan bahwa penduduk negeri tersebut menyembah matahari, bukan Allah SWT.
Dikutip dari Qashash al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan Umar Mujtahid, Nabi Sulaiman AS dianugerahi Allah SWT berbagai keistimewaan, termasuk kemampuan memahami bahasa binatang. Dalam pasukannya terdapat kelompok burung yang menjalankan tugas tertentu.
Kabar yang dibawa burung hud-hud tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam kisah Nabi Sulaiman AS dan Ratu Balqis.
5. Ular dalam Kisah Nabi Musa AS
Ular berkaitan erat dengan salah satu mukjizat Nabi Musa AS ketika berhadapan dengan Fir'aun.
Allah SWT mengutus Nabi Musa AS untuk menghadap Fir'aun dan menyerunya agar membebaskan Bani Israil dari perbudakan.
Sebagai bukti kenabian, Nabi Musa AS mendapat mukjizat berupa tongkat yang berubah menjadi ular atas izin Allah SWT.
Ketika Nabi Musa AS menunjukkan mukjizat tersebut di hadapan Fir'aun, para penyihir Fir'aun juga memperlihatkan kemampuan mereka. Mereka melemparkan tali dan tongkat yang kemudian tampak seperti ular.
Namun, apa yang dilakukan para penyihir merupakan tipu daya yang mengelabui pandangan. Sementara tongkat Nabi Musa AS benar-benar berubah menjadi ular atas izin Allah SWT.
Ular tersebut kemudian menelan apa yang dibuat para penyihir. Melihat kejadian itu, para penyihir mengakui kekuasaan Allah SWT dan beriman kepada-Nya.
(lus/inf)