Nabi Sulaiman adalah satu dari 25 nabi dan rasul yang kisahnya tercantum dalam Al-Qur'an. Sulaiman AS merupakan putra dari Nabi Daud AS.
Allah SWT berfirman dalam surah An Naml ayat 15,
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: Sungguh, Kami benar-benar telah menganugerahkan ilmu kepada Daud dan Sulaiman. Keduanya berkata, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami daripada kebanyakan hamba-hamba-Nya yang mukmin."
Dikisahkan dalam buku 7 Kode Rahasia Al-Fatihah yang disusun Miftahur Rahman, suatu hari Nabi Sulaiman AS diminta Allah SWT memilih di antara tiga pilihan, yaitu harta, tahta, dan ilmu. Sang nabi lantas memilih ilmu, tetapi Allah SWT memberi semuanya.
Nabi Sulaiman AS dimuliakan menjadi seorang nabi, diberi keluasan ilmu, menguasai ilmu para penghuni lagit dan bumi, memiliki harta yang melimpah serta menjadi raja bagi seluruh kaum Bani Israil.
Sulaiman AS juga merupakan raja dengan istana yang luar biasa megah. Tentara Nabi Sulaiman AS tak hanya terdiri dari manusia, melainkan juga ada hewan hingga jin. Besarnya kerajaan Sulaiman AS disebutkan dalam surah Sad ayat 35.
قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
Artinya: Dia berkata, "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi."
Kisah Istana Nabi Sulaiman Dibangun dengan Bantuan Jin
Menurut buku Cara Kaya Seperti Nabi Sulaiman yang ditulis Ahmad Zainal Abidin, istana Nabi Sulaiman AS tidak hanya dibangun manusia melainkan melibatkan bangsa jin. Di antara para jin itu ada yang bertugas membuat bejana besar sebagai tempat makan para pekerja dan militer.
Ada juga yang bertugas membuat tempat minum yang besarnya lebih dari kolam. Terkait hal ini diterangkan dalam surah Saba ayat 12-13,
وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُۥ عَيْنَ ٱلْقِطْرِ ۖ وَمِنَ ٱلْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ
Artinya: "Bagi Sulaiman (Kami tundukkan) angin yang (jarak tempuh) perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) serta Kami alirkan cairan tembaga baginya. Sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya dengan izin Tuhannya. Siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab (neraka) Sa'ir (yang apinya menyala-nyala). (QS Saba: 12)
يَعْمَلُونَ لَهُۥ مَا يَشَآءُ مِن مَّحَٰرِيبَ وَتَمَٰثِيلَ وَجِفَانٍ كَٱلْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَٰتٍ ۚ ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ
Artinya: "Mereka (para jin) selalu bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan kehendaknya. Di antaranya (membuat) gedung-gedung tinggi, patung-patung, piring-piring (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur. Sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur." (QS Saba: 13)
Dikisahkan, kerajaan yang megah dan luas itu tidak membuat Nabi Sulaiman AS sombong. Sebaliknya, beliau justru tetap menunjukkan sikap berserah diri dan rendah diri terhadap Allah SWT. Ia menyadari seluruh kekayaan yang dimilikinya tak ada apa-apanya di hadapan Sang Khalik.
Nabi Sulaiman AS juga menggunakan seluruh hartanya untuk menegakkan kebaikan. Karenanya, dia sering sujud kepada Allah SWT sebagaimana ayahnya yang selalu bertasbih memuji-Nya.
Wallahu a'lam.
(aeb/kri)
