Kisah Nabi Musa AS Memohon Kelancaran Berbicara kepada Allah

Kisah Nabi Musa AS Memohon Kelancaran Berbicara kepada Allah

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 07 Mei 2026 05:00 WIB
Ilustrasi Kisah Nabi Musa
Foto: Getty Images/iStockphoto/TanyaSid
Jakarta -

Nabi Musa AS pernah memohon kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran dalam berbicara. Peristiwa ini termaktub dalam Al-Qur'an dan menjadi doa yang dapat diamalkan setiap muslim.

Nabi Musa AS diutus untuk menghadapi penguasa zalim yang sangat kuat, yaitu Fir'aun. Dalam situasi tersebut, kemampuan berbicara menjadi sangat penting agar pesan kebenaran dapat tersampaikan dengan jelas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nabi Musa AS disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur'an. Ia digambarkan sebagai sosok seorang yang terpilih.

Allah SWT memberi banyak mukjizat kepada Nabi Musa AS, salah satunya yakni berupa kelihaian dalam berbicara.

ADVERTISEMENT

Dalam surat Maryam ayat 51-53 Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi. Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)."

Kisah Nabi Musa AS Menghadapi Fir'aun

Dikutip dari buku Kisah Para Nabi karya Imam Ibnu Katsir, Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS untuk berdakwah kepada Fir'aun, seorang raja yang dikenal sombong dan mengaku sebagai tuhan. Tugas ini tentu sangat berat, bukan hanya karena kekuasaan Fir'aun, tetapi juga karena kondisi pribadi Nabi Musa sendiri.

Dalam surat Thaha ayat 24, Allah SWT berfirman,

ٱذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ

Artinya: Pergilah kepada Fir'aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas".

Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa Nabi Musa hendak menjalani perintah Allah SWT namun ia memiliki kesulitan dalam berbicara sejak kecil. Hal ini membuat beliau merasa perlu memohon pertolongan Allah SWT agar lisannya dimudahkan dalam menyampaikan dakwah. .

Menghadapi seorang penguasa zalim tentu bukan perkara mudah. Terlebih, Nabi Musa menyadari bahwa dirinya memiliki kekurangan dalam berbicara. Karena itu, beliau tidak langsung menjalankan tugas tanpa persiapan, melainkan memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Doa Nabi Musa dalam Al-Qur'an

Permohonan Nabi Musa AS diabadikan dalam Surah Thaha ayat 25-28:

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab latin: Rabbisyrahlī shadrī wayassirlī amrī wahlul 'uqdatan min lisānī yafqahū qaulī.

Artinya: Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku (QS Thaha: 25-28).

Melalui doa ini, Nabi Musa tidak hanya meminta kelancaran berbicara, tetapi juga ketenangan hati dan kemudahan dalam seluruh urusannya.

Kisah Lidah Nabi Musa yang Kurang Fasih

Dalam penjelasan para ulama, termasuk yang dinukil dalam kitab Qashashul Anbiya karya Ibnu Katsir, disebutkan bahwa Nabi Musa AS memiliki gangguan pada lisannya sejak kecil.

Dikisahkan, saat masih bayi, Nabi Musa pernah menarik jenggot Fir'aun. Hal ini membuat Fir'aun marah dan berniat membunuhnya. Namun, istrinya, Asiah, menenangkan dengan mengatakan bahwa Musa masih kecil dan belum mengerti.

Untuk menguji hal itu, Fir'aun meletakkan dua benda di hadapan Musa kecil: buah dan bara api. Nabi Musa sebenarnya hendak mengambil buah, tetapi tangannya dialihkan oleh malaikat sehingga ia justru mengambil bara api dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

Akibat kejadian tersebut, lidah Nabi Musa mengalami gangguan sehingga ucapannya menjadi kurang fasih.

Ketika Nabi Musa berdoa, beliau tidak meminta agar kekurangan itu dihilangkan sepenuhnya. Dalam doanya, beliau hanya memohon agar kekakuan pada lidahnya dikurangi, agar ucapannya dapat dipahami.

Atas kuasa-Nya, Allah SWT kemudian mengabulkan doa Nabi Musa. Hal ini termaktub dalam surat Thaha ayat 36,
قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَٰمُوسَىٰ

Artinya: Allah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa".




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads