Perkuat Wisata Ramah Muslim, Thailand Bidik Turis Indonesia

Perkuat Wisata Ramah Muslim, Thailand Bidik Turis Indonesia

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Rabu, 28 Okt 2026 14:45 WIB
The flag of Thailand pinned on the map. Horizontal orientation. Macro photography.
Bendera Thailand. Foto: Getty Images/iStockphoto/MarkRubens
Jakarta -

Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) memperkuat wisata ramah muslim. Mereka mengincar lima pasar utama di kawasan Asia, termasuk Indonesia dan Vietnam melalui serangkaian kampanye pariwisata kesehatan (wellness), serta kebudayaan lokal.

Dilansir dari VN Express, langkah tersebut diambil Thailand untuk mengejar target pertumbuhan pendapatan dari wisatawan ASEAN sebesar 6,2 persen pada tahun fiskal 2027. Pihak TAT menargetkan peningkatan jumlah kedatangan wisatawan dari negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sebesar 4,3 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Vietnam dan Indonesia, prioritas lainnya mencakup Malaysia, Singapura hingga Taiwan. Strategi yang dipaparkan dalam pernyataan Kementerian Perdagangan Thailand itu merujuk pada kebijakan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Suphajee Suthumpun untuk menyinergikan sektor perdagangan, kebudayaan, serta pariwisata dan olahraga.

Menurut laporan The Nation, kebijakan Suphajee bertujuan memanfaatkan momen penunjukan Thailand sebagai tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia tahun 2026 agar memberikan dampak ekonomi berlanjut melalui integrasi pariwisata, produk lokal, dan pengaruh budaya.

ADVERTISEMENT

Inisiatif yang menghubungkan pariwisata, perdagangan, dan budaya itu dirancang memperluas peluang pasar, meningkatkan nilai tambah produk dan layanan, serta meratakan distribusi pendapatan ke pelaku usaha lokal dan komunitas daerah.

Pada pelaksanaannya, TAT menerapkan pendekatan khusus yang disesuaikan dengan karakteristik wisatawan di masing-masing negara target. Untuk pasar Indonesia, TAT akan mempromosikan wisata wellness dan fasilitas ramah muslim.

Sementara itu, promosi di Vietnam akan berfokus pada wisata keluarga dan belanja. Kampanye di Malaysia menekankan wisata kuliner, belanja, serta kunjungan ke kota-kota sekunder.

Di Singapura, TAT menyasar wisatawan berdaya beli tinggi yang mencari pengalaman perjalanan berkualitas.

Untuk mendorong peserta pertemuan IMF dan Bank Dunia memperpanjang masa tinggal serta meningkatkan belanja mereka, TAT bersama Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA) telah menyiapkan tujuh rute wisata di Bangkok serta 20 paket program perjalanan khusus.



(aeb/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads