Siksa kubur menjadi salah satu hal yang ditakuti umat Islam. Setelah meninggal dunia, setiap manusia akan memasuki alam barzakh dan menghadapi kehidupan setelah kematian. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh selama masih hidup.
Kematian memisahkan manusia dari kehidupan dunia. Harta, kedudukan, dan berbagai kenikmatan dunia tidak lagi dapat diandalkan. Bekal yang dibawa hanyalah amal perbuatan selama hidup. Lalu, apa saja amalan penyelamat siksa kubur yang bisa dilakukan sehari-hari?
Dalam buku Syarat Sebuah Amal Diterima karya Hafidz Muftisany, terdapat hadits yang sangat populer tentang amal jariyah yang tidak akan pernah terputus pahalanya walau orang tersebut sudah wafat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, (1) sedekah jariyah atau wakaf, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakan kedua orang tuanya." (HR. Muslim)
Amalan Penyelamat Siksa Kubur
Mengutip buku Kabar Gembira dari Kubur karya Furqan Al-Azizy dan Enam Alam Kehidupan Manusia Menurut Perspektif Islam karya Ali Romzan, terdapat amalan-amalan yang dapat menjadi pembela sekaligus pelindung dari pedihnya siksa kubur:
1. Merutinkan Membaca Surah Al-Mulk
Membaca Surah Al-Mulk merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk dibaca setiap malam. Dalam riwayat Ibnu Mas'ud RA disebutkan bahwa Surah Al-Mulk adalah penghalang dari azab kubur.
Ketika malaikat hendak mendatangi seorang mayat dari arah kepalanya, kepalanya akan berucap bahwa tidak ada celah azab di sana karena ia senantiasa membaca Surah Al-Mulk semasa hidupnya. Surah ini juga bertindak sebagai pembela yang memohonkan keselamatan bagi pembacanya di hadapan Allah SWT.
2. Menjaga Wudhu
Kisah ulama tabiin, Sulaiman bin Mihran Al-A'masy, mencontohkan bagaimana beliau senantiasa berwudhu kembali setiap kali berhadas agar selalu dalam keadaan suci.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang senantiasa menjaga wudhunya merupakan tanda keimanan yang tulus. Di akhirat kelak, bekas-bekas air wudhu tersebut akan memancarkan cahaya di wajah, tangan, dan kaki, yang menerangi kegelapan alam kubur.
3. Gemar Menjalankan Ibadah Puasa
Sebagaimana diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsauri, orang-orang yang gemar berpuasa akan memperoleh perlindungan dan kebahagiaan di alam kubur. Amalan puasa yang dikerjakan dengan ikhlas akan hadir menjadi benteng kokoh yang menjaga jasad seorang muslim dari himpitan serta panasnya liang kubur.
Baca juga: Sakit Seperti Apa yang Menggugurkan Dosa? |
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah menjadi amalan yang dapat membantu seseorang menghadapi kehidupan di alam kubur. Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan panasnya kubur bagi pelakunya." (HR. Thabrani)
Hadits ini menjelaskan keutamaan sedekah bagi orang yang mengamalkannya. Karena itu, umat Islam dianjurkan membiasakan diri bersedekah sesuai kemampuan, baik dengan memberikan uang, makanan, maupun bantuan kepada orang yang membutuhkan.
5. Bersuci Secara Sempurna dari Najis
Menjaga kebersihan setelah buang air kecil menjadi salah satu amalan yang perlu diperhatikan umat Islam. Rasulullah SAW mengingatkan tentang bahaya tidak menjaga diri dari najis air kencing, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas RA:
"Rasulullah SAW melewati dua kuburan, lalu bersabda, 'Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang diazab. Keduanya diazab bukan karena perkara yang dianggap besar. Salah satunya diazab karena tidak menjaga diri dari air kencingnya, sedangkan yang lain karena suka mengadu domba.'" (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Membaca Doa Perlindungan dari Siksa Kubur
Selain itu, umat Islam dianjurkan membaca doa perlindungan dari siksa kubur saat tasyahud akhir sebelum salam. Anjuran ini disebutkan dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA.
اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi jahannam, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."
