Setan tak hanya sekumpulan jin tak kasat mata yang menyesatkan manusia. Setan juga dapat berasal dari golongan manusia itu sendiri.
Tertulis dalam Al-Qur'an surah An-Nas, terdapat ayat yang memberikan petunjuk mengenai bisikan dan godaan setan dapat berasal dari dua golongan sekaligus, yakni jin dan manusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, apa sebenarnya makna setan dari golongan jin dan manusia? Berikut ulasannya.
Bacaan Surah An-Nas Lengkap: Arab, Latin dan Artinya
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
Arab-latin: qul a'udzu birabbin-nas
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia,"
مَلِكِ النَّاسِۙ
Arab-latin: malikin-nas
Artinya: "raja manusia,"
اِلٰهِ النَّاسِۙ
Arab-latin: ilahin-nas
Artinya: "sembahan manusia,"
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Arab-latin: min syarril-waswasil-khannas
Artinya: "dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi,"
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
Arab-latin: alladzi yuwaswisu fi shudurin-nas
Artinya: "yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
Arab-latin: minal-jinnati wan-nas
Artinya: "dari (golongan) jin dan manusia."
Makna Setan dari Golongan Jin dan Manusia dalam Surah An-Nas
Merangkum buku Syarh Al-Qur'an oleh M. Sakti Garwan, M. Quraish Shihab menguraikan makna surah An-Nas ayat ke-6, pada lafaz dari (golongan) jin dan manusia.
Kata "min" (مِنَ) pada ayat tersebut bermakna sebagian, yang berarti bahwa sebagian manusia dan jin membisikkan hal-hal buruk. Dikatakan sebagian karena memang tidak semua jin dan manusia melakukan hal demikian, sebagaimana yang tertulis dalam surah Al-Jinn ayat 11 berikut:
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
Artinya: "Dan sesungguhnya di antara kami ada yang saleh-saleh dan ada juga di antara kami yang tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda."
Kendati demikian, seluruh makhluk yang menggoda dan mengajak berbuat maksiat disebut setan, baik dari golongan jin maupun manusia. Setan jin tersembunyi karena mereka adalah makhluk halus tak kasat mata, sedangkan setan manusia tampak.
Sayyid Qutb menjelaskan, bisikan setan jin tidak dapat diketahui bagaimana terjadinya, tetapi dapat ditemukan bekas-bekas pengaruhnya. Sementara bisikan setan manusia dapat diketahui, bahkan di antaranya ada yang lebih berat daripada bisikan setan jin.
Cara Membentengi Diri dari Godaan Setan
Mengutip buku Mutiara Hikmah Islami susunan Syamsul Rijal Hamid, setan menggoda manusia dengan berbagai macam cara. Manusia tidak mampu melawan godaan setan, kecuali dengan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman,
وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: "Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-A'raf: 200)
Berdoa memohon perlindungan dari godaan setan dapat dilakukan dengan membaca ta'awudz (A'uudzu billahi minasysyaithaanir rajiim) atau dengan membaca surah An-Nas.
Adapun hadits dari Abi Salamah RA, ia menyatakan, Rasulullah SAW ketika melaksanakan salat malam, beliau berdoa, "Wahai Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan yang terkutuk. Yakni dari gangguannya, semburannya, dan bisikan jahatnya." (HR Ahmad)
Rasulullah SAW pernah menyebut setan mengalir dalam diri setiap manusia layaknya darah. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya membentengi diri dari ancaman godaan setan dengan cara berpuasa.
Dari Shafiyyah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh setan itu mengalir dalam diri manusia seperti mengalirnya darah. Maka persempitlah saluran-saluran baginya dengan lapar." (HR Muslim)
Baca juga: Ciri-ciri Setan dari Golongan Manusia |
