Apa Arti Telinga Kiri Berdenging Menurut Islam? Ini Pandangan Ulama

Apa Arti Telinga Kiri Berdenging Menurut Islam? Ini Pandangan Ulama

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Jumat, 23 Okt 2026 09:30 WIB
ilustrasi telinga
ilustrasi telinga berdenging. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Telinga kiri berdenging kerap kali dialami oleh banyak orang secara tiba-tiba tanpa sebab medis. Dalam kepercayaan masyarakat, fenomena ini sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan pertanda bahwa seseorang sedang dibicarakan di tempat lain.

Telinga Kiri Berdenging Menurut Islam

Menurut penjelasan dalam laman MUI, anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Fatihun Nada menegaskan bahwa telinga yang berdenging dapat menjadi pertanda positif bahwa seseorang sedang disebut kebaikannya.

Dalam riwayat yang dihimpun oleh Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Jami' ash-Shaghir, Rasulullah SAW bersabda mengenai anjuran ketika mengalami telinga berdenging:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ وَلْيَقُلْ ذَكَرَ اللهُ مَنْ ذَكَرَنِي بِخَيْرٍ

Artinya: "Jika telinga salah seorang dari kalian berdengung, maka hendaklah ia mengingatku, bersholawat atasku, dan berdoa: 'Semoga Allah membalas orang yang membicarakan kebaikanku dengan kebaikan pula.'"

ADVERTISEMENT

Riwayat serupa juga dicatat oleh Imam At-Thabrani dalam kitab Al-Mu'jam al-Kabir:

إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي، وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ، وَلْيَقُلْ: ذَكَرَ اللهُ بِخَيْرٍ مَنْ ذَكَرَنِي

Artinya: "Jika telinga salah seorang dari kalian berdengung, maka hendaklah ia mengingatku, bersholawat atasku, dan berdoa: 'Semoga Allah menyebutkan kebaikan orang yang menyebutkan kebaikanku.'"

Penjelasan Ulama tentang Telinga Berdenging

Imam Ash-Shan'ani melalui kitab At-Tanwir Syarh al-Jami' ash-Shaghir menjelaskan bahwa telinga berdenging dikaitkan dengan orang yang sedang menyebut kebaikan seseorang. Karena itu, orang yang mengalaminya dianjurkan untuk mengingat Nabi Muhammad SAW, membaca sholawat, dan mendoakan orang yang menyebut kebaikannya.

Penjelasan serupa juga dibahas Imam Al-Munawi dalam kitab Al-Taysir bi Syarh al-Jami' ash-Shaghir. Ia menguraikan bahwa telinga berdenging berkaitan dengan kabar baik yang diterima ruh seseorang, yakni ketika Rasulullah SAW menyebut kebaikan orang tersebut di Al-Mala' al-A'la. Meski demikian, penjelasan ini perlu dibaca dengan memperhatikan status riwayat yang menjadi landasannya.

Sementara itu, Buya Yahya memiliki pandangan yang mengingatkan umat Islam agar tidak langsung menghubungkan telinga berdenging dengan pertanda gaib. Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon itu menyarankan agar kondisi tersebut diperiksa secara medis.

"Ada mungkin sesuatu, coba tanyakan kepada medis, mungkin ada tekanan atau apa, jangan dihubungkan dengan dipanggil nabi dan sebagainya," ujar Buya Yahya dalam cuplikan video di kanal YouTube Al Bahjah TV. detikHikmah telah mendapat izin mengutip tayangan dalam kanal tersebut.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan saat Telinga Berdenging?

Masih dari sumber sebelumnya, dijelaskan bahwa telinga berdenging, baik di sebelah kanan maupun kiri, sebaiknya disikapi dengan tenang dan tidak langsung dikaitkan dengan mitos. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seorang muslim, antara lain:

  • Menenangkan hati dan tidak berprasangka buruk kepada orang lain.
  • Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Membaca doa kebaikan.
  • Berdzikir kepada Allah SWT untuk mengingat kebesaran-Nya.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads