- Ciri Khas Santri 1. Rendah Hati (Tawadhu) 2. Patuh pada Orang Tua 3. Hormat kepada Guru (Takzim) 4. Berakhlakul Karimah 5. Tidak Meninggalkan Salat 6. Tidak Meninggalkan Membaca Al-Qur'an dan Wirid 7. Memiliki Akidah yang Kuat 8. Cinta Agama, Bangsa, dan Negara 9. Berkeinginan Jadi Orang Bermanfaat
- Santri Dibiasakan Hidup Mandiri
Pondok pesantren sejatinya tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga wadah untuk membentuk karakter dan pribadi santrinya. Di pesantren, santri dididik untuk menggabungkan ilmu agama, konsep budi pekerti, sekaligus menjunjung moral dalam kehidupan sehari-hari.
Ajaran pesantren ini yang kemudian melahirkan para santri yang memiliki ragam ciri khas tersendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja yang menjadi ciri khas santri? Simak penjelasannya berikut ini.
Ciri Khas Santri
Menukil informasi dalam situs Ponpes Al Hasanah Bengkulu, berikut adalah ciri khas santri.
1. Rendah Hati (Tawadhu)
Ciri khas santri yang paling utama adalah senantiasa bersikap rendah hati, meski ilmunya tinggi. Sikap rendah hati ini tumbuh karena seringnya seorang santri mengaji dan mendalami ilmu, sehingga ia sadar ilmunya masih belum cukup dan merasa malu jika disombongkan.
2. Patuh pada Orang Tua
Santri dicirikan selalu patuh dan tidak pernah membantah perintah orang tua. Sikap ini ditanamkan atas jasa orang tua yang telah merawat santri.
3. Hormat kepada Guru (Takzim)
Ciri santri selanjutnya adalah sikap hormat atau takzim kepada guru yang menjadi pilar utama agar ilmu yang didapatkan bermanfaat.
4. Berakhlakul Karimah
Santri juga dicirikan memiliki sifat berakhlakul karimah. Akhlak mulia ini meliputi sikap jujur, sopan, santun, dan bertutur kata lembut.
5. Tidak Meninggalkan Salat
Santri diajarkan untuk tidak pernah meninggalkan salat wajib lima waktu dan salat sunnah lainnya. Santri diajarkan melihat salat sebagai penolong untuk memohon kepada Allah SWT dan dikerjakan secara sukarela tanpa suruhan orang lain.
6. Tidak Meninggalkan Membaca Al-Qur'an dan Wirid
Ciri seorang santri selanjutnya adalah tidak meninggalkan membaca Al-Qur'an dan wirid. Santri diajarkan memahami bahwa membaca Al-Qur'an bagian dari seorang mukmin yang tidak terpisahkan. Pun dengan amalan wirid yang dipahami sebagai jalan untuk memohon kepada Allah SWT agar doanya terkabul.
7. Memiliki Akidah yang Kuat
Santri dicirikan memiliki akidah yang kuat melalui ajaran aqidatul awam sebagai bekal agar terhindar dari fitnah dan aliran sesat.
8. Cinta Agama, Bangsa, dan Negara
Ciri-ciri santri selanjutnya adalah sikap cinta agama, bangsa, dan negara yang tercermin dari semangat perjuangan para ulama dalam kemerdekaan NKRI. Santri mengedepankan urusan agama sekaligus mengabdi pada bangsa dan negara.
9. Berkeinginan Jadi Orang Bermanfaat
Santri juga dicirikan memiliki keinginan untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama. Sikap ini didasari oleh keyakinan bahwa tingginya ilmu tidak ada harganya apabila tidak memberikan manfaat.
Santri Dibiasakan Hidup Mandiri
Selain ciri-ciri yang disebutkan di atas, santri juga lekat kaitannya dengan sifat kemandirian. Merangkum buku Santrilogi: Berbicara Segala Hal Perspektif Seorang Santri tulisan Andri Nurjaman, pondok pesantren memang mendidik santri untuk mampu hidup mandiri.
Oleh karena itu, para kiai di pesantren mengajarkan para santri untuk tidak bergantung pada orang lain. Di pesantren, santri tidak hanya diajar ilmu agama, tetapi juga kemampuan pemenuhan kebutuhan hidup yang mendasar, seperti memasak dan mencuci.
Didikan ini diharapkan dapat membuat santri menjadi orang yang mandiri dan mampu membantu sesama apabila sudah lulus dari pesantren.
Santri juga dididik untuk memiliki keterampilan, contohnya ilmu berwirausaha dan bertani. Ajaran ini disandarkan pada tuntunan kisah hidup Rasulullah SAW yang memiliki keterampilan berdagang.
Oleh karena itu, santri lulusan pondok tidak hanya berbekal ilmu agama, tetapi juga memiliki kesiapan dan keterampilan untuk hidup bermasyarakat.
