Sekarang Tanggal Berapa Hijriyah? Cek Kalender Islam Hari Ini

Sekarang Tanggal Berapa Hijriyah? Cek Kalender Islam Hari Ini

Hanif Hawari - detikHikmah
Senin, 12 Okt 2026 17:45 WIB
Tradisi malam satu Suro bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram. Malam satu Suro menandakan awal bulan pertama kalender Jawa. Apa itu malam satu Suro?
Foto: Getty Images/pictafolio
Jakarta -

Sekarang hari Senin, 12 Oktober 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), 12 Oktober 2026 bertepatan dengan 1 Jumadil Awal 1448 Hijriah.

Jumadil Awal merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah. Bulan ini berada setelah Rabiul Akhir dan sebelum Jumadil Akhir.

Kalender Hijriah menggunakan peredaran Bulan sebagai dasar perhitungan. Karena itu, jumlah hari dalam satu bulan Hijriah bisa mencapai 29 atau 30 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam dokumen Kalender Hijriah Indonesia 2026, Kemenag mencantumkan data hilal dan Matahari untuk penentuan awal bulan Jumadil Awal 1448 H. Data tersebut menggunakan pengamatan pada Ahad, 11 Oktober 2026, dengan waktu ijtimak pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 22.49.55 WIB.

Data tersebut menjadi salah satu acuan astronomis dalam penentuan awal bulan Hijriah. Meski demikian, penetapan resmi awal bulan dapat mengikuti hasil sidang isbat Kemenag.

ADVERTISEMENT

Dengan demikian, pembaca perlu memperhatikan penetapan resmi apabila hendak memastikan tanggal Hijriah untuk keperluan ibadah atau peringatan keagamaan.

Jenis Bulan dalam Kalender Hijriyah

Kalender Hijriah memiliki 12 bulan dalam satu tahun. Sistem penanggalan ini digunakan umat Islam untuk menentukan waktu berbagai ibadah, termasuk puasa Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha.

Berikut urutan bulan dalam kalender Islam:

  1. Muharam
  2. Safar
  3. Rabiul Awal
  4. Rabiul Akhir
  5. Jumadil Awal
  6. Jumadil Akhir
  7. Rajab
  8. Syakban
  9. Ramadan
  10. Syawal
  11. Zulkaidah
  12. Zulhijah

Mengapa Tanggal Hijriah Bisa Berbeda dengan Masehi?

Tanggal Hijriah dapat berbeda dengan Masehi karena penentuan awal bulan berkaitan dengan perhitungan astronomis atau hisab serta pengamatan hilal atau rukyat.

Di Indonesia, Kementerian Agama menggunakan mekanisme sidang isbat untuk menetapkan awal sejumlah bulan penting, terutama Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Karena itu, kalender Hijriah dapat menjadi panduan untuk mengetahui perkiraan tanggal Islam, sedangkan keputusan resmi pemerintah perlu dijadikan acuan ketika penetapan awal bulan menunggu sidang isbat.



(hnh/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads