2 UIN Tembus 10 Besar Kampus Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027

2 UIN Tembus 10 Besar Kampus Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 01 Okt 2026 14:01 WIB
UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Kota Malang.
UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Kota Malang. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Jakarta -

Prestasi membanggakan diraih oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dua UIN di Indonesia berhasil menembus jajaran 10 besar perguruan tinggi terbaik nasional versi Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2027.

Dua kampus tersebut yakni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bahkan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sukses nangkring di posisi kedua nasional, tepat di bawah Universitas Indonesia (UI) dengan peringkat dunia di kisaran 801-1000.

Sementara itu, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada di posisi ketujuh nasional dengan peringkat 1201-1400 dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kualitas riset kedua kampus Islam ini pun tak bisa dipandang sebelah mata. Kualitas riset UIN Sunan Kalijaga mengantongi skor tinggi yakni 82,8, sedangkan UIN Malang mencatatkan skor 60,2.

Secara keseluruhan, THE WUR 2027 menjadi edisi pemeringkatan paling luas dengan mencakup 2.297 institusi dari 118 negara dan teritori di seluruh dunia. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai dimensi kinerja mulai dari teaching, research environment, research quality, industry, hingga international outlook.

ADVERTISEMENT

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Amien Suyitno, menyampaikan apresiasinya atas capaian dua UIN tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini adalah bukti nyata dari peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi Islam di tingkat internasional.

"Capaian UIN Sunan Kalijaga dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi bagian dari ikhtiar panjang PTKIN dalam meningkatkan mutu akademik, penelitian, publikasi, dan internasionalisasi. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi PTKIN lainnya untuk terus memperkuat kualitas kelembagaan," kata Suyitno, Rabu (30/9/2026), dikutip dari laman Kemenag.

Meski demikian, Suyitno menegaskan bahwa masuknya UIN ke dalam jajaran pemeringkatan dunia bukanlah tujuan akhir.

"Yang terpenting adalah bagaimana capaian ini berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan, riset, inovasi, dan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat," tambahnya.

Senada dengan Dirjen Pendis, Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Sahiron, juga menyambut positif pengakuan dunia terhadap PTKIN Indonesia. Ia menyebut capaian ini merupakan buah dari kerja keras kampus Islam dalam membenahi kualitas pendidikan.

"Masuknya dua PTKIN dalam 10 besar perguruan tinggi Indonesia versi THE WUR 2027 merupakan capaian yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa kerja-kerja peningkatan mutu yang dilakukan perguruan tinggi Islam mulai mendapatkan pengakuan dalam pemeringkatan global," ujar Sahiron.

Ke depan, Kemenag mendorong seluruh PTKIN di Tanah Air untuk memperkuat reputasi akademik melalui berbagai lini, seperti produktivitas riset, publikasi bereputasi, kerja sama internasional, hingga kolaborasi dengan industri.

"Semakin banyak PTKIN yang mampu masuk dalam pemeringkatan global, semakin kuat pula kontribusi pendidikan tinggi Islam Indonesia dalam percaturan akademik dunia," tutur Sahiron.



(hnh/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads