California Resmi Akui Idul Fitri dan Idul Adha

California Resmi Akui Idul Fitri dan Idul Adha

Hanif Hawari - detikHikmah
Selasa, 29 Sep 2026 18:30 WIB
People take a picture as Muslims attend the Eid al-Fitr prayer, which marks the end of the fasting month of Ramadan, at Washington Square Park in New York City, U.S., March 30, 2025. REUTERS/Adam Gray
Muslim AS Salat Id di Washington Square Park (Foto: REUTERS/Adam Gray)
Jakarta -

Kabar baik datang bagi umat Islam di California, Amerika Serikat (AS). Gubernur California Gavin Newsom resmi menandatangani undang-undang baru yang mengakui dua hari raya besar umat Islam, Idul Fitri dan Idul Adha, dalam hukum resmi negara bagian.

Aturan baru ini disahkan lewat RUU Majelis 2017 (AB 2017) pada awal pekan ini. Dengan aturan tersebut, para pegawai negeri hingga pelajar muslim kini bisa merayakan hari raya tanpa perlu ragu atau takut membolos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari FOX40, Selasa (29/9/2026), undang-undang ini mengizinkan pegawai negeri di California menggunakan hak cuti berbayar mereka untuk merayakan Idul Fitri maupun Idul Adha. Cuti yang bisa digunakan mencakup jatah liburan pribadi, cuti tahunan, atau kompensasi waktu libur.

Artinya, pegawai negeri tidak perlu lagi mengambil cuti tanpa gaji demi berkumpul bersama keluarga di hari raya.

ADVERTISEMENT

Selain bagi para pekerja, aturan ini juga memberikan lampu hijau bagi sekolah umum (tingkat K-12) hingga perguruan tinggi komunitas di California untuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar saat Idul Fitri melalui kesepakatan lokal.

Anggota Majelis Matt Haney, yang menyusun rancangan undang-undang ini, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk penghormatan bagi warga muslim di sana.

"California adalah rumah bagi salah satu komunitas muslim terbesar dan paling bersemangat di negara ini, dan tradisi mereka layak mendapat pengakuan dan rasa hormat," kata Haney dalam keterangan persnya.

"Pengakuan Idul Fitri dalam hukum negara bagian merupakan langkah penting untuk memastikan setiap warga California dapat merayakan hari raya mereka bersama keluarga tanpa dipaksa melakukan pengorbanan yang tidak perlu," sambungnya.

Meski diakui secara resmi oleh hukum negara bagian, Geo News melaporkan bahwa aturan baru ini bukan berarti menambahkan dua hari libur berbayar secara otomatis untuk seluruh pekerja swasta di California.

Aturan ini lebih mempermudah pegawai negeri dan pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan hak cuti berbayar yang sudah ada tanpa beban. Selain itu, aturan ini juga mengecualikan Idul Fitri dan Idul Adha dari daftar hari libur peradilan setempat.

Dewan Hubungan Amerika-Islam cabang California (CAIR-CA) menyambut hangat keputusan tersebut. CEO CAIR-CA, Hussam Ayloush, mengungkapkan bahwa selama ini banyak siswa dan pekerja muslim yang berada di posisi sulit karena harus memilih antara menghadiri perayaan hari raya atau menunaikan kewajiban sekolah dan pekerjaan. Dengan adanya undang-undang ini, dilema tersebut akhirnya terjawab.

Situs Informasi Legislatif California mencatat Gubernur Gavin Newsom menyetujui AB 2017 pada 27 September dan telah resmi didaftarkan ke Sekretaris Negara Bagian. Saat ini, California diperkirakan menjadi rumah bagi lebih dari satu juta penduduk muslim.



(hnh/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads