Larangan Berbicara Saat Buang Hajat dan Adabnya Menurut Islam

Larangan Berbicara Saat Buang Hajat dan Adabnya Menurut Islam

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Jumat, 04 Sep 2026 07:15 WIB
Ilustrasi wanita di toilet
Ilustrasi buang hajat. Foto: iStock
Jakarta -

Ada beberapa adab yang perlu diperhatikan muslim ketika buang hajat, salah satunya dilarang berbicara. Terkait hal ini tertuang dalam hadits Nabi Muhammad SAW.

Beliau bersabda:

"Jika dua orang laki-laki sedang buang hajat, maka hendaknya masing-masing menutup diri dari kawannya dan janganlah merka berdua berbicara, karena Allah SWT memurkai hal itu." (HR Ahmad)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menukil buku Ensiklopedia Islam (Akidah, Ibadah, Muamalah, Tematik) susunan Makmur Dongoran, berbicara atau mengobrol ketika buang hajat sebaiknya dihindari kecuali dalam kondisi darurat atau terpaksa. Sebab, Rasulullah SAW ketika buang hajat kemudian ada yang mengucapkan salam, beliau tidak menjawabnya.

ADVERTISEMENT

Berbicara dan Berzikir Saat Buang Hajat Makruh Hukumnya

Turut dijelaskan dalam Al Adzkar min Kalam Sayyid Al Abrar susunan Imam Nawawi terjemahan Masturi Irham dan Muhammad Aniq, berbicara dan berzikir ketika buang air besar hukumnya makruh. Ini berlaku saat seseorang buang air besar di tanah lapang atau bangunan dan mencakup semua zikir dan perkataan, kecuali dalam keadaan darurat.

Menurut pendapat para ulama, bila seseorang bersin saat di jamban atau toilet, maka dia tidak boleh bertahmid, tidak mendoakan atau menjawab doa orang yang bersin, tidak membalas salam, tidak menjawab muadzin, sehingga orang yang mengucapkan salam itu tidak berhak mendapatkan jawaban.

Perkataan dalam semua kondisi ini hukumnya makruh dan tidak haram. Apabila seseorang bersin lalu bertahmid dengan hatinya tanpa menggerakkan mulutnya maka diperbolehkan.

Adab Buang Hajat bagi Muslim

Berikut adab buang hajat yang dinukil dari buku Pelajaran Adab Islam karya Suhendri dan Ahmad Syukri.

1. Tidak Menghadap Kiblat

Adab pertama ketika buang hajat adalah tidak menghadab kiblat. Rasulullah SAW bersabda:

"Jika kalian mendatangi jamban, maka janganlah kalian menghadap kiblat dan membelakanginya." (HR Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Buang Hajat di Tempat yang Selalu Disinggahi

Muslim juga dilarang buang hajat di tempat yang selalu disinggahi, termasuk jalan. Hal ini tertuang dalam hadits Nabi SAW:

"Hati-hatilah dengan al la'nain (orang yang dilaknat oleh manusia)!" Para sahabatnya lantas bertanya, "Siapa itu al la'nain wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia." (HR Muslim)

3. Jangan Buang Hajat di Air yang Tergenang

Adab buang hajat lainnya ialah tidak buang air di tempat yang airnya tergenang. Dari Jabir bin 'Abdillah, beliau berkata:

"Rasulullah melarang kencing di air tergenang." (HR Muslim)

4. Buang Hajat di Tempat Tertutup

Muslim dianjurkan buang hajat di tempat tertutup. Ini bertujuan agar tidak terlihat oleh manusia lain. Dari Jabir bin 'Abdillah RA, beliau berkata:

"Kami pernah keluar bersama Rasulullah SAW ketika safar, beliau tidak menunaikan hajatnya di daerah terbuka, namun beliau pergi ke tempat yang jauh sampai tidak nampak dan terlihat."

5. Tidak Memegang Kemaluan dengan Tangan Kanan

Selanjutnya ialah dilarang memegang kemaluan dengan tangan kanan saat buang air. Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang dari kalian kencing maka janganlah ia memegang kemaluannya dengan tangan kanan, jangan beristinja dengan tangan kanan dan jangan bernapas dalam gelas saat minum." (HR Bukhari)

tag
hikmah
buang hajat
hajat
islam
bicara buang hajat



(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads