Niat Sholat Zuhur Sendiri, Lengkap dengan Tata Caranya

Niat Sholat Zuhur Sendiri, Lengkap dengan Tata Caranya

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 02 Sep 2026 12:30 WIB
Ilustrasi Salat
Ilustrasi salat. Foto: iStock
Jakarta -

Sholat Zuhur terdiri dari empat rakaat dan termasuk salah satu sholat fardhu. Bagi muslim, wajib mengetahui bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya.

Dalam melaksanakan sholat Zuhur, niat menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Niat sholat Zuhur sendiri berbeda dengan niat ketika menjadi imam atau makmum dalam sholat berjamaah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Sholat Zuhur

Dikutip dari Buku Praktis Ibadah karya Irwan dkk, berikut bacaan lengkap niat sholat Zuhur dan tata cara pelaksanaannya:

Niat Sholat Zuhur Sendiri

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

ADVERTISEMENT

Arab latin: Usholli fardhozzhuhri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Selain bisa dikerjakan sendiri atau munfarid, sholat Zuhur dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Berikut bacaan niat sholat Zuhur berjamaah sebagai imam atau makmum:

Niat Sholat Zuhur sebagai Imam

أُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushollii fardhozzhuhri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat fardu Zuhur empat rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Niat Sholat Zuhur sebagai Makmum

أُصَلِّ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushollii fardhozzhuhri arba'a roka'aatin mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat fardhu Zuhur empat rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Sholat Zuhur Sendiri

Setelah mengetahui bacaan niatnya, penting juga untuk mengetahui tata cara sholat Zuhur.

Dirangkum dari Buku Tuntunan Shalat Lengkap yang ditulis oleh Drs. Moh. Rifa'i, berikut tata cara sholat Zuhur 4 rakaat lengkap dengan bacaan doanya:

1. Berdiri tegak

2. Membaca niat

Membaca niat sholat Zuhur empat rakaat dahulu sebelum sholat dimulai.

3. Takbiratul ihram

Mengangkat kedua tangan sambil membaca takbir "Allahu Akbar".

4. Membaca doa iftitah

Bacaan doa iftitah:

اللَّهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

إِنِّي وَجَهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ

حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Latinnya: "Allahu akbar kabiraa wal hamdu lillahi katsiiraa wasub-haanallahi bukratan wa ashiilaa. Inii wajjaahtu wajhiya lilladzii fatharassa- maawaati wal-ardl. haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama- maati lillaahi rabbil 'aalamiina. Laasyariika lahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal mus-limin."

Artinya: Allah Maha Besar lagi sempurna Kebesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya sholatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin.

5. Membaca surah Al-Fatihah

Setelah selesai melantunkan bacaan doa iftitah, dilanjutkan membaca surah Al-Fatihah.

6. Membaca surah-surah pendek atau ayat suci Al-Qur'an

Setelah selesai membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua, baik bagi orang yang sholat sendirian maupun imam, disunnahkan untuk melanjutkan dengan membaca surah atau ayat-ayat dari Al-Qur'an.

7. Rukuk

Membungkukkan badan seraya memegang kedua lutut serta menjaga punggung dan kepala tetap lurus.

Adapun saat rukuk membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Subhaana rabbiyal 'azhiim.

Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung."

8. I'tidal

I'tidāl merupakan gerakan bangkit dari rukuk menuju posisi berdiri tegak, dengan tangan diletakkan di samping badan. Ketika berdiri seraya mengucapkan:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami'allahu liman hamidah.

Kemudian membaca:

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbanaa wa lakal hamd.

Artinya: "Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."

9. Sujud

Saat melakukan sujud, tujuh anggota tubuh harus menyentuh lantai: dahi, dua telapak tangan, dua lutut, dan jari-jari dua kaki. Jari-jari tangan dan kaki mengarah ke kiblat selama sujud.

Bacaan sujud:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Subhaana rabbiyal a'laa.

Artinya: "Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi."

10. Duduk di antara dua sujud

Duduk di atas telapak kaki kiri, sementara telapak kaki kanan tetap tegak dan jari-jari kaki kanan menghadap kiblat. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, dengan tangan kanan di paha kanan dan tangan kiri di paha kiri.

Salah satu doa yang dapat dibaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَاعْفُ عَنِّي

Rabbighfir lii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa 'aafinii, wa'fu 'annii.

Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah aku."

11. Sujud kedua

Sujud kedua dilakukan hampir sama seperti sujud yang pertama.

12. Berdiri melakukan rakaat kedua

Melanjutkan rakaat kedua sama seperti gerakan yang sudah dijelaskan sebelumnya pada rakaat pertama.

13. Duduk tasyahud awal

Duduk tasyahud awal dilakukan dengan duduk di atas telapak kaki kiri, sementara telapak kaki kanan tetap berdiri dengan jari-jari kaki menghadap ke kiblat. Kedua tangan diletakkan di atas paha, dan jari telunjuk tangan kanan diarahkan ke kiblat sebagai bagian dari gerakan tasyahud.

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Arab Latin: At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah.

Artinya: "Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat, dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

14. Berdiri melakukan rakaat ketiga dan keempat

Melanjutkan rakaat ketiga dan keempat sama seperti gerakan yang sudah dijelaskan sebelumnya pada rakaat pertama dan kedua.

15. Duduk tasyahud akhir

Pada tasyahud akhir, posisi duduk dilakukan dengan kaki kiri disilangkan di bawah kaki kanan. Telapak kaki kanan tetap berdiri dengan jari-jari kaki mengarah ke kiblat. Kedua telapak tangan diletakkan di atas paha, dengan jari telunjuk tangan kanan menunjuk ke arah kiblat sebagai simbolik dalam tasyahud.

Berikut bacaan tasyahud akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ،


وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullaah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad.

Wa alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa Ibraahim wa'alaa aali sayyidinaa ibraahim wabaarik 'alaa sayyidinaa muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa ibraahiim wa 'alaa aali sayyidina Ibraahiim fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: "Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.

Ya Allah. Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia".

16. Salam

Salam dilakukan dengan menoleh ke kanan hingga pipi kanan terlihat dari belakang, sambil mengucapkan salam pertama.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Assalaamu 'alaikum wa rahmatullah.

Setelah itu menoleh ke kiri dengan bacaan yang sama.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads