Rais Aam dan Ketum PBNU dari Masa ke Masa

Rais Aam dan Ketum PBNU dari Masa ke Masa

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Senin, 31 Agu 2026 15:30 WIB
Nahdlatul Ulama tahun 2023 menginjak usia 1 abad.
Nahdlatul Ulama. Foto: NU Online Jawa Timur
Jakarta -

Nahdlatul Ulama (NU) baru saja menggelar Muktamar ke-35 di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur yang menetapkan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Rais Aam diemban oleh KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum dijabat KH Abdul Hakim Mahfudz.

KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz dipilih melalui mekanisme musyawarah tertutup oleh anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) atau badan legislatif NU yang terdiri dari sembilan kiai.

Hasil musyawarah AHWA untuk pemilihan Rais Aam disahkan dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU pada Minggu (30/8/2026) malam, kemudian hasil untuk Ketum PBNU dibacakan dalam sidang pleno pada Senin (31/8/2026) pagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NU memiliki dua sistem kepemimpinan penting di tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yakni Syuriyah dan Tanfidziyah. Jajaran Syuriyah dipimpin oleh Rais Aam berkaitan dengan fungsi kepemimpinan keagamaan dan pengawasan organisasi. Sementara itu, jajaran Tanfidziyah yang dipimpin oleh Ketua Umum menjalankan tugas-tugas kepengurusan dan operasional organisasi.

ADVERTISEMENT

Berikut adalah Rais Aam dan Ketua PBNU lengkap dari masa ke masa, dilansir NU Online.

Daftar Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa

  1. Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari (1926-1947)
  2. KH A Wahab Chasbullah (1947-1971)
  3. KH Bisri Syansuri (1971-1980)
  4. KH M Ali Maksum (1980-1984)
  5. KH Achmad Siddiq (1984-1991)
  6. KH Ali Yafie (1991-1992)
  7. KH Moh Ilyas Ruhiyat (1992-1999)
  8. KH M A Shal Mahfudh (1999-2014)
  9. KH A Mustofa Bisri (2014-2015)
  10. KH Ma'ruf Amin (2015-2018)
  11. KH Miftachul Akhyar (2018-2020 sebagai Pengganti Antarwaktu; 2021-2026; dan 2026-2031)

Daftar Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa

  1. KH Hasan Gipo (1926-1934)
  2. KH M Noer (1934-1937)
  3. KH Mahfoedh Siddiq (1937-1942)
  4. KH M Noer (1942-1943)
  5. KH Nachrowi Thohir (1943-1944)
  6. KH Moh Dachlan (1944-1947)
  7. KH Abdul Wahid Hasyim (1947-1950)
  8. KH Masykur (1950-1954)
  9. KH Moh Dachlan (1954-1956)
  10. KH Idham Chalid (1956-1984)
  11. KH Abdurrahman Wahid (1984-1999)
  12. KH Ahmad Hasyim Muzadi (1999-2004; 2005-2010)
  13. KH Said Aqil Siroj (2010-2021)
  14. KH Yahya Cholil Staquf (2021-2026)
  15. KH Abdul Hakim Mahfudz (2026-2031)



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads