Awal Puasa 2027 Muhammadiyah Sudah Ditetapkan, Ini Prediksi Pemerintah

Awal Puasa 2027 Muhammadiyah Sudah Ditetapkan, Ini Prediksi Pemerintah

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 26 Agu 2026 18:33 WIB
Ornamental Arabic lantern with burning candle glowing at night background. Festive greeting card, invitation for Muslim holy month Ramadan Kareem.
Foto: Getty Images/Choreograph (Konstantin Yuganov)
Jakarta -

Awal Ramadan 1448 H atau bulan puasa 2027 mulai banyak dicari masyarakat. Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan, bagaimana dengan pemerintah?

Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1448 H melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan kalender tersebut, 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027.

Tanggal ini menjadi awal puasa bagi warga Muhammadiyah yang mengikuti KHGT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pemerintah belum menetapkan secara resmi awal Ramadan 1448 H. Penetapan pemerintah akan dilakukan melalui sidang isbat setelah mempertimbangkan hasil hisab dan pemantauan atau rukyatul hilal.

ADVERTISEMENT

Awal Puasa 2027 Muhammadiyah

Muhammadiyah menggunakan KHGT sebagai pedoman kalender Hijriah. Dalam kalender tersebut, 1 Ramadan 1448 H ditetapkan bertepatan dengan Senin, 8 Februari 2027.

Dengan demikian, umat Islam yang mengikuti kalender Muhammadiyah diperkirakan mulai melaksanakan puasa pada Senin, 8 Februari 2027.

Adapun malam pertama Ramadan dimulai sejak Ahad malam, 7 Februari 2027. Dengan begitu, umat Islam dapat diperkirakan mulai melaksanakan salat Tarawih pada malam tersebut.

Kalender resmi KHGT Muhammadiyah juga mencantumkan 17 Ramadan 1448 H atau Nuzulul Quran pada 24 Februari 2027.

Dalam KHGT 1448 H, Ramadan berlangsung selama 29 hari. 1 Syawal 1448 H atau Idul Fitri ditetapkan pada Selasa, 9 Maret 2027.

Awal Puasa 2027 Versi Pemerintah

Berbeda dengan Muhammadiyah yang telah memiliki kalender berdasarkan KHGT, pemerintah Indonesia belum menetapkan 1 Ramadan 1448 H secara resmi.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal Ramadan berdasarkan hasil sidang isbat. Mekanisme tersebut mempertimbangkan perhitungan astronomis atau hisab serta hasil pemantauan hilal di sejumlah lokasi di Indonesia.

Sidang isbat dilakukan pada penghujung bulan Syaban untuk menentukan apakah bulan Ramadan sudah dimulai atau masih menggenapkan Syakban menjadi 30 hari.

Tanggal yang beredar sebelum sidang isbat masih berstatus prediksi, bukan keputusan resmi pemerintah.



(dvs/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads