- Sejarah Singkat Perayaan Maulid Nabi
- 10 Dalil Maulid Nabi dalam Al-Qur'an Perintah untuk Mencintai Allah SWT dan Rasul (QS. Ali Imran: 31) Ketaatan kepada Rasul sebagai Ketaatan kepada Allah SWT (QS. An-Nisa: 80) Hikmah Mengisahkan Riwayat Para Nabi (QS. Hud: 120) Diutusnya Rasul bagi Seluruh Umat Manusia (QS. Saba': 28) Perintah Bergembira atas Rahmat Allah SWT (QS. Yunus: 58) Nabi Muhammad SAW adalah Rahmat Semesta Alam (QS. Al-Anbiya: 107) Meneladani Akhlak Terbaik Rasulullah SAW (QS. Al-Ahzab: 21) Anugerah Besar Diutusnya Rasulullah SAW (QS. Ali 'Imran: 164) Mengagungkan Syiar-Syiar Agama Allah SWT (QS. Al-Hajj: 32) Perintah Bersholawat kepada Nabi (QS. Al-Ahzab: 56)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap bulan Rabiulawal telah menjadi tradisi yang berakar kuat di tengah masyarakat Muslim dunia.
Momen ini dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak sholawat, bersedekah, serta menyimak kisah perjalanan hidup (sirah) Sang Rasul demi mempertebal keimanan.
Bentuk tradisi perayaan ini berkembang di masa setelah Rasulullah SAW wafat. Bagaimanakah sejarah singkat kemunculan perayaan Maulid dan apa saja dalil Maulid Nabi yang menjadi landasannya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejarah Singkat Perayaan Maulid Nabi
Mengutip buku Bersama Nabi Muhammad SAW karya KH Husein Muhammad, perayaan Maulid secara besar-besaran berkembang melalui tiga pihak, yaitu Raja Irbil, Sultan Salahuddin Al-Ayyubi, dan Dinasti Fatimiyah.
Raja Irbil atau Sultan Al-Muzhaffar memberikan perhatian sangat besar terhadap Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan secara megah dan besar-besaran. Sultan Salahuddin Al-Ayyubi mengadakan perayaan memperingati Maulid Nabi dengan membuat sayembara penulisan riwayat Nabi SAW beserta puji-pujian. Dinasti Fatimiyah mengadakan perayaan besar-besaran untuk memperingati Maulid di pelataran benteng Kairo.
10 Dalil Maulid Nabi dalam Al-Qur'an
Dalam Al-Qur'an, tidak ada ayat yang secara spesifik menceritakan tentang peringatan Maulid Nabi. Namun, terdapat ayat-ayat yang mengajarkan untuk mencintai Rasulullah SAW, bersholawat, meneladani beliau, serta bergembira atas rahmat Allah yang dapat menjadi landasan umum dalam memperingati Maulid.
Perintah untuk Mencintai Allah SWT dan Rasul (QS. Ali Imran: 31)
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Katakanlah (Nabi Muhammad), "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Ketaatan kepada Rasul sebagai Ketaatan kepada Allah SWT (QS. An-Nisa: 80)
مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَآ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا ۗ
"Siapa yang menaati Rasul (Muhammad), maka sungguh telah menaati Allah. Siapa yang berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad) sebagai pemelihara mereka."
Hikmah Mengisahkan Riwayat Para Nabi (QS. Hud: 120)
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ وَجَاۤءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
"Semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad), yaitu kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu. Di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang-orang mukmin."
Diutusnya Rasul bagi Seluruh Umat Manusia (QS. Saba': 28)
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
"Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya."
Perintah Bergembira atas Rahmat Allah SWT (QS. Yunus: 58)
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
"Katakanlah (Muhammad), 'Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.'"
Nabi Muhammad SAW adalah Rahmat Semesta Alam (QS. Al-Anbiya: 107)
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam."
Meneladani Akhlak Terbaik Rasulullah SAW (QS. Al-Ahzab: 21)
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
"Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah."
Anugerah Besar Diutusnya Rasulullah SAW (QS. Ali 'Imran: 164)
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ
"Sungguh, Allah benar-benar telah memberi karunia kepada orang-orang mukmin ketika (Dia) mengutus di tengah-tengah mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka kitab suci (Al-Qur'an) dan hikmah...."
Mengagungkan Syiar-Syiar Agama Allah SWT (QS. Al-Hajj: 32)
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى الْقُلُوبِ
"Demikianlah (perintah Allah). Siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sesungguhnya hal itu termasuk dalam ketakwaan hati."
Perintah Bersholawat kepada Nabi (QS. Al-Ahzab: 56)
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."
