Fakta Unik Masjid yang Memiliki Jemaah dengan Arah Saf Berbeda

Fakta Unik Masjid yang Memiliki Jemaah dengan Arah Saf Berbeda

Kristina - detikHikmah
Minggu, 23 Agu 2026 19:00 WIB
Salat Jumat di Masjidil Haram, 13 Maret 2026.
Salat Jumat di Masjidil Haram, 13 Maret 2026. Foto: X/AlharamainSA
Jakarta -

Saf salat jemaah umumnya membentuk barisan lurus sejajar dan menghadap arah mata angin yang sama. Contohnya di Indonesia arahnya ke barat laut atau sekitar 290 derajat dari utara. Uniknya, ada satu masjid di dunia yang memiliki bentuk saf berbeda.

Adalah Masjidil Haram. Masjid yang terletak di Makkah, Arab Saudi ini memiliki aturan saf khusus yang berbentuk lingkaran penuh dengan Ka'bah sebagai pusatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Masjidil Haram, jemaah akan membentuk barisan mengelilingi ke Ka'bah. Jemaah dari timur menghadap ke barat, dari utara menghadap selatan, dan sebaliknya. Jika diperhatikan dari atas, saf jemaah Masjidil Haram akan membentuk lingkaran penuh 360 derajat.

Di Mana Posisi Imam?

Uniknya lagi, posisi imam di Masjidil Haram berbeda dengan imam di masjid-masjid lainnya. Menurut siaran langsung di kanal resmi Kerajaan Arab Saudi, posisi imam terkadang berada di depan Ka'bah dan lebih sering berada di tempat khusus (mihrab) yang sedikit jauh dari Ka'bah.

ADVERTISEMENT

Mihrab khusus Masjidil Haram berada di belakang lingkaran mataf. Posisinya menghadap lurus Ka'bah, antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Jika imam memimpin salat dari sini, area di depannya akan dikosongkan.

Pelaksanaan salat di Masjidil Haram dengan shaf melingkari Ka'bah.Pelaksanaan salat di Masjidil Haram dengan shaf melingkari Ka'bah. Foto: X/@AlharamainSA

Jika jemaah mengamati, akan ada celah kosong yang terhubung dengan mihrab khusus imam. Posisi ini kadang membuat jemaah tidak bisa melihat langsung keberadaan imam.

Adapun, posisi makmum, jika imam berada di depan Ka'bah, maka makmum bisa mulai membentuk barisan di belakangnya. Sementara itu, jika imam berada di mihrab khusus, makmum bisa langsung membentuk barisan melingkar depan Ka'bah.

Keutamaan Salat di Masjidil Haram

Masjidil Haram menjadi masjid tersuci dan terbesar di dunia. Masjid ini merupakan rumah berdirinya Ka'bah yang menjadi kiblat umat Islam. Ka'bah sendiri berdiri jauh lebih dulu sebelum adanya pembangunan masjid. Menurut kisah dalam Al-Qur'an, Ka'bah dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ١٢٧

Artinya: "(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), "Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah: 127)

Salat di Masjidil Haram--dan Masjid Nabawi--lebih utama dibandingkan salat di masjid lainnya. Dalam hadits shahih dikatakan:

حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ أَخرجه البخاري في: ۲۰ كتاب فضل الصلاة في مسجد مكة والمدينة : ۱ باب فضل الصلاة في مسجد مكة والمدينة

Artinya: Abu Hurairah berkata: "Nabi bersabda: 'Salat di masjidku ini lebih baik dari seribu kali salat di masjid lainya, kecuali Masjidil Haram (Makkah)." (Dikeluarkan oleh Bukhari pada Kitab ke-20, Kitab Keutamaan Salat di Masjid Makkah dan Madinah bab ke-1, bab Keutamaan Salat di Masjid Makkah dan Madinah)

Wallahu a'lam.



(kri/dvs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads