Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, musibah ini mengakibatkan kerusakan parah serta menelan puluhan korban jiwa di berbagai wilayah Pulau Flores dan sekitarnya.
Berdasarkan laporan dari detikNews, jumlah korban tewas tercatat terus bertambah hingga Minggu (16/8/2026) pagi. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii menyampaikan bahwa tim penanganan darurat mendata 51 korban meninggal dunia per pukul 09.00 WITA.
Aktivitas gempa susulan juga masih berlangsung di sejumlah wilayah NTT. BMKG mencatat beberapa gempa dengan kekuatan beragam, termasuk gempa M 3,3 yang terjadi di Ruteng, Manggarai, pada Minggu (16/8/2026) pukul 07.54 WIB dengan kedalaman 22 kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi musibah tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
"Saya Nasaruddin Umar, baik sebagai pribadi maupun sebagai Menteri Agama, menghaturkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa saudara-saudara kami di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), atas musibah gempa yang terjadi," ujar Menag, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Minggu (16/8/2026).
Menag juga menginstruksikan jajaran Kementerian Agama di NTT untuk segera melakukan pendataan serta mengambil langkah penanganan terhadap dampak gempa, terutama di lingkungan pendidikan dan keagamaan.
"Saya mengimbau kepada segenap karyawan dan pegawai Kementerian Agama yang ada di NTT untuk sesegera mungkin proaktif melakukan pendataan dan langkah-langkah penanganan secepat mungkin. Terutama melakukan pendataan pada lingkungan sekolah keagamaan, pondok pesantren, madrasah, rumah ibadah, serta keluarga besar Kemenag yang terdampak," tegas Menag.
Di tengah duka akibat bencana tersebut, Menag turut memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak. Ia memastikan pemerintah bersama masyarakat Indonesia akan ikut membantu warga yang membutuhkan.
"Jangan khawatir, kalian tidak sendiri. Tentu pemerintah bersama segenap warga bangsa Indonesia, khususnya umat beragama, akan ikut memberikan bantuan dan pertolongan. Doa kami selalu menyertai Bapak dan Ibu sekalian. Ya Tuhan, ya Allah, ya Rabbi, berikanlah kekuatan kepada saudara-saudara kami yang terdampak musibah ini," pungkasnya.
