Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab, Latin, Arti dan Tafsirnya

Bacaan Ayat Kursi Lengkap Arab, Latin, Arti dan Tafsirnya

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Kamis, 01 Okt 2026 17:45 WIB
Ayat Kursi
Ayat Kursi. Foto: Getty Images/iStockphoto/M32
Jakarta -

Ayat Kursi merupakan nama lain dari surah Al-Baqarah ayat 255. Umat Islam tentunya sudah tidak asing lagi dengan Ayat Kursi, bahkan menjadi salah satu ayat yang paling dihafal. Ayat ini mengandung makna yang luar biasa mengenai keesaan dan kekuasaan Allah SWT sebagai pencipta seluruh alam semesta dan seisinya.

Berikut adalah bacaan lengkap, tafsir, keistimewaan, hingga cara mengamalkan Ayat Kursi agar mendapatkan keutamaannya yang melimpah.

Bacaan Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin dan Artinya

Berikut adalah bacaan Ayat Kursi lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Arab-latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu laa ta'khudzuhu sinatun walaa naumun, lahuu maa fis samaawaati wamaa fil ardli man dzalladzii yasyfa'u 'indahuu illaa biidznihii ya'lamu maa baina aidiihim mawaa khalfahum walaa yukhiithuuna bisyai-in min 'ilmihii illaa bimaa syaa-a. wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardla walaa yauuduhuu hifdzuhuma wahuwal 'aliyyul 'adziimu.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung." (QS. Al-Baqarah: 255)

Tafsir Ayat Kursi

Menurut tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI, ayat di atas menegaskan Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan hanya Dia yang berhak untuk disembah. Allah SWT Maha Hidup Abadi, berdiri sendiri, serta senantiasa mengurus dan memelihara seluruh makhluk-Nya tanpa pernah lalai, mengantuk, ataupun tertidur.

Sebagai pemilik mutlak seluruh alam semesta beserta isinya, kekuasaan Allah SWT bersifat tanpa batas, sehingga tidak ada satu pun makhluk, termasuk para nabi dan malaikat yang dapat memberikan pertolongan kecuali atas izin-Nya.

Allah SWT juga Maha Mengetahui segalanya, baik yang telah terjadi maupun yang akan datang, sementara pengetahuan manusia sangat terbatas dan hanya sebatas yang Allah SWT kehendaki untuk diketahui.

Kursi Allah SWT begitu luas mencakup langit dan bumi, tanpa ada sedikit pun rasa berat atau lelah, karena Allah SWT Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Mengapa Dinamakan Ayat Kursi?

Menukil buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Membaca Al-Qur'an karya Syamsul Rijal Hamid, surah Al-Baqarah ayat 255 dinamai Ayat Kursi karena dalam ayat tersebut terdapat lafaz kursiy, yang artinya Kursi Allah SWT yang mencakup langit dan bumi.

Selain dinamakan Ayat Kursi, surah Al-Baqarah ayat 255 ini juga dinamai Al-Muqaddisah, karena ayat tersebut memiliki lisan dan dua bibir yang menyucikan Allah SWT. Adapun nama ketiga yang disematkan adalah ayat tauhid, karena ayat tersebut diawali dengan kalimat Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu yang bermakna Allah, tidak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup Kekal.

Terakhir, ayat ini juga disebut dengan Ayatul musta'idziin wal mustajiiriin, lantaran siapa saja yang membacanya, maka niscaya Allah SWT akan melindunginya.

Keistimewaan Ayat Kursi

Muhammad Ainur Rasyid dalam bukunya yang berjudul Kaya Total dengan Ayat Kursi, menguraikan beberapa keutamaan Ayat Kursi yang didasarkan pada sabda Rasulullah SAW, di antaranya sebagai berikut.

1. Ayat Paling Agung

Rasulullah SAW bersabda,

"Paling utamanya Al-Qur'an adalah surah Al-Baqarah. Dan, paling agungnya ayat di dalamnya adalah ayat Kursi. Sesungguhnya, setan (syaitan) niscaya akan lari dari sebuah rumah yang di dalamnya dibaca surah Al-Baqarah." (HR. Ibnu Hajar)

Hal serupa juga dikisahkan ketika Rasulullah SAW bertanya kepada Ubay bin Ka'ab, "Apakah ayat yang paling agung dalam kitab Allah?"

Mendengar pertanyaan itu, Ubay menjawab," Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Kemudian, Rasulullah SAW mengulang-ulang pertanyaannya hingga Ubay menjawab, "Ayat Kursi."

Rasulullah SAW berkata, "Engkau akan dilelahkan oleh ilmu, hai Abu Mundzir. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya, ayat Kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang senantiasa menyucikan al-Malik (Allah) di sisi tiang 'arsy." (HR. Ahmad)

2. Ayat Penghulu Al-Qur'an

Ayat Kursi disebut penghulu Al-Qur'an, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

"Hai Ali, penghulu manusia adalah Adam, penghulu orang Arab adalah Muhammad, penghulu orang Persia adalah Salman, penghulu orang Rum (Yordan, Palestina, Siria dan Afghan) adalah Suhaib, penghulu orang Habasyah adalah Bilal, penghulu gunung adalah Thursina, penghulu pohon adalah Bidara, penghulu bulan adalah Muharram, penghulu hari adalah Jumat, penghulu ucapan adalah al-Qur'an, penghulu al-Qur'an adalah ayat Kursi. Dalam ayat Kursi, ada 50 kata dan setiap kata ada 50 keberkahan." (HR. Dailami).

3. Ayat Paling Utama

Ayat Kursi disebut sebagai ayat paling utama didasarkan pada kisah Rabi'ah bin Harits, ketika Rasulullah SAW ditanyai, "Wahai Rasulullah, surah Al-Qur'an mana yang paling utama?" Rasulullah SAW menjawab, "Surah yang di dalamnya disebut Al-Baqarah." Kemudian Rasulullah ditanya lagi, "Ayat mana dari surah Al-Baqarah yang paling utama?" Rasulullah SAW pun menjawab, "Ayat Kursi dan akhir surah Al-Baqarah yang turun langsung dari bawah Arsy."

4. Ayat yang Disucikan

Ayat Kursi merupakan ayat yang selalu disucikan oleh para malaikat, sehingga disebut muqaddasah atau ayat yang disucikan. Rasulullah SAW bersabda:

"Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya ayat Kursi ini mempunyai satu lidah dan dua bibir. Para malaikat yang menjaga Arsy senantiasa menyucikannya." (HR. Tirmidzi).

Keutamaan dan Cara Mengamalkan Ayat Kursi

Disebutkan dalam buku Fadhilah Al-Qur'an karya Asaduddin Luqman, Ayat Kursi memiliki beberapa keutamaan apabila diamalkan menggunakan cara berikut ini.

1. Dibaca Sebelum Tidur untuk Mendapat Perlindungan

Anjuran ini didasarkan langsung pada sabda Rasulullah SAW yang berbunyi demikian:

"Ketika beranjak ke tempat tidurmu, maka bacalah Ayat Kursi, 'Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)', sampai akhir ayat, maka tidak akan henti-hentinya dijaga oleh Malaikat Hafazah yang diutus Allah dan sungguh setan tidak akan mendekat kepadamu sampai waktu pagi." (HR Bukhari dan Baihaqi)

2. Dibaca Setelah Salat Fardu Agar Masuk Surga

Dianjurkan membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan salat fardu dengan mengharap tidak ada yang menghalangi menuju surga, kecuali kematian.

Dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membaca ayat Kursi setiap selesai sholat fardhu, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk Surga kecuali kematian." (HR. Baihaqi)

3. Dibaca Pagi dan Sore bersama Surah Al-Ghafir

Selanjutnya, terdapat anjuran membaca Ayat Kursi bersamaan dengan surah Al-Ghafir pada pagi dan sore hari untuk mengharapkan perlindungan.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca "HaaMiim Al-Mu'min sampai llaihil Mashir" (Surah Al-Ghafir) dan Ayat Kursi ketika pagi maka akan dijaga dengan keduanya sampai sore dan brangsiapa yang membaca keduanya pada waktu sore maka akan dijaga dengan keduanya sampai waktu pagi." (HR. Tirmidzi)

4. Dibacakan untuk Orang Meninggal

Adapun anjuran membacakan Ayat Kursi untuk orang yang telah meninggal dengan mengharap orang meninggal tersebut mendapat rida Allah SWT.

Dari Ma'qil bin Yasar RA, Rasulullah SAW bersabda, "Al-Baqarah adalah ujung tombak Al-Qur'an dan puncaknya Al-Qur'an, diturunkan beserta setiap ayat dari Surah Al-Baqarah delapan puluh Malaikat dan ayat Kursi itu dikeluarkan dari bawah 'Arsy maka Ayat Kursi itu sampai dengan Surah Al-Baqarah atau sampai Ayat Kursi itu dengan Surah Al-Baqarah. Dan surah Yasin adalah Hatinya Al-Qur'an yang tidak ada seseorang yang membacanya karena mengharapkan rida Allah Yang Maha Memberi Berkah dan Maha Mulia dan mengharapkan akhirat kecuali orang itu diampuni dosanya. Dan bacalah Surah Yasin untuk orang-orang mati kalian." (HR. Ahmad)



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads